oleh

BPD Minta PT. Garam dan Kades Pinggirpapas Bertanggung Jawab Atas Polemik Rencana Pembangunan Sarana Publik

SUMENEP, detikkota.com – Edi Susanto selaku Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, angkat bicara terkait lahan PT. Garam (Persero) yang direncanakan akan dijadikan sarana publik.

Edi mengatakan lahan tersebut sebelumnya sudah ada kesepakatan antara Pemerintah Desa dengan PT. Garam. Namun, ditengah harapan masyarakat yang begitu besar kini lahan milik salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai berpolemik lantaran ada rumah atau bangunan pribadi yang berdiri di atasnya.

Mengenai hal itu, Edi menjelaskan, seharusnya dan sepatutnya ada dua unsur yang harus bertanggung jawab dan mampu menyelesaikan polemik itu. Yakni, PT. Garam selaku pemilik lahan dan Pemerintah Desa Pinggirpapas yang bertanggung jawab mengawal cita-cita masyarakat.

“Menurut saya yang paling bertanggung jawab adalah pihak PT. Garam selaku pemilik lahan dan juga pihak Pemerintah Desa yang kemudian harus mengawal agar kerjasama yang sudah ditandatangani tersebut bisa direalisasikan sesuai dengan rencana,” terang Edi Susanto, Rabu (25/3/2020).

Dia menduga masih ada problem di tubuh PT. Garam sendiri, ada semacam kurang keharmonisan antara jajaran karyawan atau direksi bahkan di strukturnya. Sebab perjanjian yang ditandatangani oleh Kepala Pegaraman 1 itu tidak sepengetahuan atasannya.

“Atasannya itu berkomentar bahwa mereka tidak tahu akan urusan tersebut, ini ada kesan seolah-olah ada semacam saling melempar bola seperti itu apa yang seharusnya dilakukan menurut hemat saya, yang harus dilakukan oleh PT. Garam adalah mentaati mematuhi apa yang menjadi keputusan yang sudah disepakati,” paparnya.

Selain itu, pihak Desa seharusnya juga ikut mengawal meskipun pada waktu itu yang menandatangani adalah PJ desa. Sehingga secara struktural dan kelembagaan, ketika PJ itu sudah digantikan oleh Kepala Desa terpilih, semestinya Kepala Desa itu yang mengawal yang menjadi kesepakatan sebelumnya.

Dia menyayangkan pernyataan Kepala Desa yang mengatakan bahwa polemik lahan tersebut diluar kewenangannya, hal itu dinilai kurang tepat karena ketika lahan tersebut sudah dikerjasamakan dengan pihak desa, desa juga punya tanggung jawab untuk menjaga lahan tersebut agar sesuai dengan peruntukannya.

“Harus memang dikawal Pemerintah Desa jangan kemudian lepas tangan dengan alasan bahwa jika bangunan yang berdiri di atas lahan yang sudah disepakati itu adalah diluar kewenangannya namun kewenangan negara,” tandasnya.

Sebelumnya, menyikapi hal tersebut, Budi Sasongko, Direktur Utama (Dirut) PT. Garam mengatakan bahwa akan segera menyelesaikan persoalan tersebut secara perlahan melalui timnya. Pihaknya juga akan menelusuri terkait bangunan tersebut apakah berijin atau tidak.

“Kalau itu tanah produktif, ya harus kita pindah karena itu tanah produksi milik negara, biar tidak salah semua. Tentunya kita akan selesaikan dengan baik, warga ini kan lingkungan kita,” ucapnya saat dikonfirmasi via telephone, (21/3).

“Yang jelas kalau tanah milik negara itu tidak boleh kalau tidak ada ijin. Itu prinsipnya. Yang pasti harus dikembalikan, apalagi tidak ada ijin jangan berani-beraninya sebab itu sudah salah,” jelas Budi menambahkan.

Ditanya terkait kerja sama antara Pemerintah Desa Pinggirpapas dengan PT. Garam, Budi katakan masih akan melihat. Sebab, dimasa kepemimpinannya itu, pihaknya tidak memperbolehkan atau mengijinkan bangunan apapun berdiri di tanah tersebut.

“Kalau masa saya tidak membolehkan atau mengijinkan bangunan apapun berdiri di tanah negara. Aturan negara tidak boleh meskipun itu lahan tidak produktif kalau dijadikan tempat tinggal,” jelasnya.

Dirut salah satu perusahaan milik negara itu menegaskan pihaknya akan mengambil alih jika dalam minggu ini persoalan tersebut tak kunjung selesai.

“Dalam minggu ini jika permasalahan itu tidak selesai akan saya ambil alih. Kita akan delegasikan kewenangan kepada Direktur Pengembangan,” tandasnya. (Md).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed