Bustanul Arifin: Pertanian Jadi Bantalan Resesi Ekonomi

Senin, 9 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sektor Pertanian

Sektor Pertanian

JAKARTA, detikkota.com – Peningkatan pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian diapresiasi oleh kalangan akademisi maupun pengamat. Tak dipungkiri, capaian tersebut, juga didorong oleh upaya maksimal dari instansi terkait yaitu Kementerian Pertanian (Kementan).

Menurut Prof Bustanul Arifin, Pengamat Ekonomi Pertanian dari Universitas Unila Lampung, pertumbuhan positif sektor pertanian pada triwulan III – 2020 yang mencapai angka 2,15 persen (YonY), jauh diatas dari pertumbuhan ekonomi nasional yang minus 3,45%.

“Pandemi Korona, juga berdampak pada tingkat pengangguran terbuka (TPT) menjadi 9,77 Juta orang atau 7,07%. Pada sisi ini, sektor pertanian menyerap lapangan kerja 29,76% atau peningkatannya mencapai satu persen,” ucap Prof Bustanul, saat dihubungi Minggu, (8/11/2020).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, bila dilihat dari sisi pangsa pasar, pertanian juga terlihat bangkit yang semula di tahun 2010 sebesar 15,3 persen sempat turun di tahun 2019 menjadi 13 persen. Namun, tepat di Triwulan ke III – 2020 naik menjadi 14,68 persen.

Sehingga disimpulkannya, dalam kondisi sulit di masa Pandemi Covid-19, sektor pertanian menjadi bantalan dan andalan menghadapi resesi perekonomian.

“Di sinilah peran Kementerian Pertanian yang tidak pernah kendor,” tegasnya.

Dirinya mencermati, beberapa bidang lain seperti peternakan dalam dua triwulan berturut-turut masih mengalami pertumbuhan negatif. Hal tersebut, disebabkan oleh rendahnya harga daging dan telur ayam, akibat melemahnya permintaan.

“Ini menjadi amat signifikan mengganggu kinerja subsektor peternakan, sehingga perlu mendapat perhatian serius, jika ingin mencapai yang lebih baik,” paparnya.

Namun Bustanul menerangkan Kementerian Pertanian telah melakukan langkah terbaik, dengan mengeluarkan Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk mengelola jumlah atau suplai GGPS (Great-Grand Parent Stock) atau bibit-biangnya ayam dan GPS (Grand-Parent Stock) yang menghasilkan parent stock dan DOC (day-old chicken).

“Apabila upaya tersebut terus dijalankan, maka sektor peternakan akan tumbuh maksimal,” pungkasnya.

Sementara itu, Muhammad Firdaus, Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan sektor pertanian adalah penolong bagi perekonomian Indonesia di tengah suasana pandemi Covid 19 yang terus berkepanjangan. Pertanian ibarat sebuah nyawa terhadap hidup dan matinya roda sebuah bangsa.

Firdaus menyatakan data BPS mengenai pertumbuhan sektor pertanian adalah kabar gembira sekaligus pemicu bagi petani untuk meningkatkan produksi kebutuhan pangan nasional.

“Apalagi, pertumbuhan ini terjadi saat sektor lain mengalami penurunan. Ini kabar gembira bagi perekonomian Indonesia” pungkasnya. (Dw.A/Red)

Berita Terkait

IAWP 2026 Bahas Perdagangan Orang, Polwan Indonesia Perkuat Jejaring Internasional
UCI Apresiasi BIG Downhill Banyuwangi, Kualitas Lintasan Gantasan Bike Park Jadi Sorotan
Buruan Polisi, DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Akhirnya Diamankan
Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri Sebut Sebuah Kehormatan
Soekarno Run Banyuwangi Diikuti 4.900 Peserta, Tahun Depan Ditargetkan Bertaraf Internasional
MEC 2026 Umumkan Peringkat Terbaik, Sumenep Mendominasi Kategori Pelajar
MEC 2026 Digelar di Keraton Sumenep, Budaya Jadi Penggerak Ekonomi
Presiden Prabowo Dorong Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Gratis

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 12:02 WIB

IAWP 2026 Bahas Perdagangan Orang, Polwan Indonesia Perkuat Jejaring Internasional

Senin, 21 September 2026 - 08:03 WIB

Buruan Polisi, DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Akhirnya Diamankan

Minggu, 20 September 2026 - 14:21 WIB

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri Sebut Sebuah Kehormatan

Minggu, 20 September 2026 - 14:14 WIB

Soekarno Run Banyuwangi Diikuti 4.900 Peserta, Tahun Depan Ditargetkan Bertaraf Internasional

Minggu, 20 September 2026 - 02:17 WIB

MEC 2026 Umumkan Peringkat Terbaik, Sumenep Mendominasi Kategori Pelajar

Berita Terbaru