GAS Sebagai Wadah Pengusaha Angkutan Tebu

Jumat, 17 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Konsorsium Glenmore Abadi Sentosa (GAS) berkolaborasi dengan pengusaha dan pemilik angkutan tebu setempat. Mereka berkolaborasi dan bersinergi dalam pengadaan angkutan tebu di Industri Gula Glenmore (IGG).

GAS merupakan wadah bagi pengusaha angkutan tebu diwilayah Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

“Kita selalu bersinergi dengan pengusaha atau pemilik angkutan lokal mas,” ucap Ryan Lutfiyananda, Pimpinan GAS kepada wartawan. Jum,at, (17/9/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pria yang akrab disapa Ryan ini, saat ini armada yang tergabung dalam GAS mencapai kurang lebih 500 armada. Mereka semua armada lokal wilayah Glenmore dan sekitarnya.

“Kita menggandeng armada lokal dengan tujuan agar mereka bisa bekerja diwilayahnya,” ungkapnya.

Kata Ryan, terbentuknya konsorsium GAS mempunyai tujuan sebagai wadah untuk para pengusaha pemilik angkutan truk di wilayah Kecamatan Glenmore agar bisa berkesempatan melakukan bisnis terutama dalam hal angkutan tebu dalam kegiatan operasional giling PT IGG.

“Konsorsium GAS ini telah berjalan selama 3 tahun mas,” ungkap Ryan.

Pimpinan Konsorsium GAS berharap jika GAS dapat sustainable Diharapkan sehingga para pengusaha pemilik truk wilayah Glenmore mendapat keuntungan terutama dalam hal kegiatan angkutan tebu,” pungkasnya.

Ditempat yang sama Rifky Alamudi, Manager Operasional GAS, mengatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin bekerjasama dengan pengusaha angkutan armada lokal. Karena kata dia, pemilik armada kususnya warga Glenmore harus diberi peluang untuk bekerja diwilayahnya.

“Pengusaha armada lokal harus diberi ruang untuk bekerja di perusahaan yang berada dilingkunganya, termasuk bekerja di IGG,” Paparnya.

Sementara Sakrun salah satu sopir truk asal Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore mengungkapkan, dirinya bersama teman sopir lainya mengucapkan terima kasih kepada GAS karena dengan adanya GAS kita dangat terbantu.

Dengan adanya GAS kita sangat terbantu. Dengan begitu kita merasa terjembatani bisa bekerja diperusahaan IGG.

“Trima kasih GAS, sebagai wadah kamai para pengusaha armada pengangkut tebu,” tutup Sakrun.

Seperti diketahui, Konsursiom GAS adala wadah pengusaha dan pemilik armada angkutan tebu. Biasanya mereka bekerja disetiap bulan Mei hingga Oktober. (no)

Berita Terkait

BMKG Ungkap Ciri Pancaroba, Waspadai Hujan Lebat dan Awan Cumulonimbus
Pemerintah Refocusing Anggaran hingga Rp130 Triliun, Fokus pada Belanja Produktif
Polres Sumenep Tegaskan Seleksi Polri 2026 Harus Bersih dan Transparan
Darurat BBM di Kepulauan Sumenep, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu dan Stok Nihil, Sekolah Lumpuh Nelayan Tak Melaut
Arus Balik Tol Trans Jawa Kondusif, 2,9 Juta Kendaraan Masuk Jakarta
Puncak Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Ketapang Dipadati Kendaraan
Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang
Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 12:29 WIB

BMKG Ungkap Ciri Pancaroba, Waspadai Hujan Lebat dan Awan Cumulonimbus

Rabu, 1 April 2026 - 10:49 WIB

Pemerintah Refocusing Anggaran hingga Rp130 Triliun, Fokus pada Belanja Produktif

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:40 WIB

Polres Sumenep Tegaskan Seleksi Polri 2026 Harus Bersih dan Transparan

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:26 WIB

Darurat BBM di Kepulauan Sumenep, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu dan Stok Nihil, Sekolah Lumpuh Nelayan Tak Melaut

Senin, 30 Maret 2026 - 11:15 WIB

Arus Balik Tol Trans Jawa Kondusif, 2,9 Juta Kendaraan Masuk Jakarta

Berita Terbaru