oleh

Gil4, Team Baru Besutan Didik D’Cako Racing Speed Borong 10 Juara Kapolres Cup Drag Bike 2020

SUMENEP, detikkota.com – Team D’Cako Racing Speed (DRS) bawa pulang 10 gelar juara di Open Tournament Championship Kapolres Cup IMS Drag Bike 2020, yang diselenggarakan di Jalan Lingkar Barat Sumenep, Minggu (8/3/2020).

DRS team yang dimotori oleh Didik Haryanto, perdana tampil dalam even trek lurus 201 meter balap motor ini, pembalapnya mampu menjuarai disejumlah kelas.

Team D’Cako Racing Speed (DRS) bawa pulang 10 gelar juara di Open Tournament Championship Kapolres Cup IMS Drag Bike 2020

Diantaranya, Juara 5 DB 1 Bebek 4T TU 130cc, Juara 3 DB 1 Bebek 4T 130cc, Juara 2 DB 4 Matic TU 200cc, Juara 1 DB 13 Sport 2T TU 155cc Rangka STD Pemula, Juara 3 DB 13 Sport 2T TU 155cc Rangka STD Pemula, Juara 2 DB 18 Sport 2T TU 155cc Rangka STD Lokal Madura, Juara 1 DB 7 Campuran, Juara 5 DB 4 Matic TU 200cc, Juara 1 dan Juara 2 Umum.

Jhonz Sakera sebagai pembalap nasional merasa sangat senang bisa ikut drag bike di Sumenep.

“Sungguh sangat senang, apalagi kan disini sebagai tuan rumah, saya sebagai tamu harus memberikan penampilan terbaik. Untuk Mas Didik semoga semakin semangat mensponsori pembalap-pembalap,” ucapnya.

Sementara, Deby Murni Jaya, dia berharap Sumenep bisa mengadakan event yang lebih besar, dan pemerintah bisa memfasilitasi para biker-biker agar tidak melakukan balap liar.

“Justru saya sangat berharap Sumenep mampu membuat event yang lebih besar, karena melihat tingkat peminat balap disini cukup tinggi. Tentunya juga didukung oleh sirkuit yang memadai yaitu sirkuit khusus,” paparnya.

Sementara, Didik Haryanto Owner DRS mengatakan akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi team, terutama motor.

“Kedepan mudah-mudahan bisa menyiapkan motor yang lebih hebat bagi pembalap di Indonesia ini,” tutur pengusaha muda batik Canteng Koneng ini.

Dia meminta agar Pemerintah tidak hanya mengobrak abrik para pembalap di lapangan, akan tetapi dia berharap pemerintah mampu menyiapkan lapangan yang layak bagi pecinta balap motor.

“Setidaknya mereka dikasih lapangan yang layak dan di support. Semisal memberikan pelatihan yang bener dan balapan yang bener yang disponsori oleh pemerintah langsung,” terangnya.

Disinggung kenapa harus bertema batik dalam motor yang digunakan DRS, Didik tegaskan bahwa batik adalah warisan budaya yang harus dilestarikan.

“Berbicara batik tidak hanya berbicara lokal Sumenep, berbicara batik kita berbicara Nasional, batik sendiri telah ditetapkan oleh UNISCO sebagai warisan budaya Indonesia. Sehingga apabila disatukan dengan ini (Motor) sepertinya ini sangat luar biasa,” jelasnya.

Menurutnya, apa yang dihasilkannya hari ini adalah bonus dari kerja keras team. Dia berharap hal ini mampu menjadi motivasi bagi pembalap yang lain.

“Ini contoh bagi pembalap-pembalap di lapangan yang belum bisa ditertibkan dan diberi arahan. Bahwa apa-apa yang ditekuni dengan baik selalu akan berbuah manis,” pesannya. (Md).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed