Gus Mamak: IPM Pendidikan Sampang Rendah Hanya Data Statistik

Kamis, 1 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara ngopi bareng Polres Sampang dan media yang bertugas di Sampang, di Cafee Lora, dalam rangka menjalin sinergitas dan menerima saran maupun masukan.

Acara ngopi bareng Polres Sampang dan media yang bertugas di Sampang, di Cafee Lora, dalam rangka menjalin sinergitas dan menerima saran maupun masukan.

SAMPANG, detikkota com – KH Muhammad Bin Mu’afi Zaini (Gus Mamak), pengasuh Ponpes Nazhatut Thullab Prajjan Camplong dan bakal calon bupati (Bacabup) di Pilkada Sampang 2024, menyampaikan pandangan menarik terkait rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pendidikan di Sampang. Menurut Gus Mamak, masalah IPM rendah hanyalah masalah data statistik.

“Memang IPM pendidikan Sampang terendah. Tapi sebenarnya, masalah utamanya bukan hanya itu. Karena masalah yang lebih besar adalah kualitas dari IPM itu sendiri,” ujar Gus Mamak saat ditanya terkait rendahnya IPM pendidikan Sampang.

Gus Mamak mempertanyakan apakah lulusan SMP, SMA, dan perguruan tinggi di Sampang memiliki kemampuan yang layak untuk dikatakan sebagai lulusan yang baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika anak itu masuk dunia kerja atau seleksi di perguruan tinggi, tingkat daya saingnya masih rendah. Ini karena kompetensi pendidikan mereka yang masih rendah, hasil dari proses yang tidak maksimal,” jelasnya.

Ia menyoroti bahwa proses pendidikan di Kabupaten Sampang perlu diperbaiki, terutama dalam dua aspek: kuantitas jam pelajaran dan kualitas pengajar. Banyak sekolah di pedalaman desa yang jam pelajarannya masih rendah dan tidak sesuai dengan standar.

“Kualitas pengajaran juga menjadi masalah besar yang memerlukan kajian mendalam. Karena sifatnya holistik, penyelesaiannya tidak bisa parsial,” tambahnya.

Gus Mamak menekankan bahwa memperbaiki IPM pendidikan Sampang hanyalah masalah data statistik yang mudah diatasi.

“Tinggal diperbaiki polanya dengan membawa data pembanding yang resmi, lalu diadu dengan statistik. Mereka pasti tidak mau malu dan akan merubah data dengan sendirinya. Ini tidak hanya terjadi di Sampang,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa urusan dengan pemerintah tidak bisa hanya dilakukan dengan cara kasar dan menuntut, tetapi harus dengan teknik yang cerdas dan strategis.

Data dari Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang menunjukkan bahwa meskipun banyak anak yang tidak melanjutkan sekolah formal di Sampang, mereka tetap melanjutkan pendidikan di pesantren di luar Sampang. Namun, secara statistik, mereka dianggap putus sekolah karena belajar di luar Sampang.

Berita Terkait

Polsek Purwakarta Kota Terbitkan SP2HP Dugaan Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik
Aktivis Soroti Kasus Kades Pragaan Daya, Penegakan Hukum Diminta Tak Tebang Pilih
Disdik Sumenep Luncurkan Buku Pintar PAUD, Dorong Penerapan Deep Learning
Pernyataan Pelapor Jadi Kunci, Kuasa Hukum H. Latif Tegaskan Bukan Kasus Pidana
Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Imunisasi Kejar Usai Pencabutan Status KLB Campak
Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan Perkuat Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban
ASN di Sumenep Didorong Dukung UMKM, Belanja Produk Lokal Jadi Prioritas
Pemkab Lumajang Resmikan Rumah Singgah Graha Lamajang di Surabaya untuk Pasien Rujukan

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:07 WIB

Polsek Purwakarta Kota Terbitkan SP2HP Dugaan Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik

Jumat, 24 April 2026 - 15:06 WIB

Aktivis Soroti Kasus Kades Pragaan Daya, Penegakan Hukum Diminta Tak Tebang Pilih

Kamis, 23 April 2026 - 09:28 WIB

Disdik Sumenep Luncurkan Buku Pintar PAUD, Dorong Penerapan Deep Learning

Kamis, 23 April 2026 - 08:52 WIB

Pernyataan Pelapor Jadi Kunci, Kuasa Hukum H. Latif Tegaskan Bukan Kasus Pidana

Rabu, 22 April 2026 - 10:59 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Imunisasi Kejar Usai Pencabutan Status KLB Campak

Berita Terbaru