Komitmen Paslon 1 Menjaga Keberagaman Sumenep Berasaskan Pancasila

Minggu, 29 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Kabupaten Sumenep memiliki beragam suku, budaya dan bahasa. Meskipun demikian, selama ini tidak pernah ada persoalan mendasar mengenai perbedaan di Kabupaten paling timur pulau Madura ini.

Berkaitan dengan tema debat publik putaran ketiga “Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan”, pasangan nomor urut 1, Achmad Fauzi-Nyai Hj Dewi Khalifah (Fauzi-Eva) berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya dan keberagaman Kabupaten Sumenep, berasaskan Pancasila.

Itu dikatakan Achmad Fauzi pada debat publik putaran ketiga yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, di salah satu hotel yang ada di Jl. Trunojoyo, pada Sabtu (28/11/2020) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Artinya di Kabupaten Sumenep masyarakatnya sangat menjunjung nilai-nilai toleransi yang tinggi,” ujarnya mengawali penyampaian visi-misinya di sesi pertama.

“Itu tugas kami ke depan untuk mempertahankan apa yang sudah ada saat ini,” tegasnya menambahkan.

Achmad Fauzi berharap Kabupaten yang berjuluk Kota Keris ini dapat dijaga bersama-sama sebagai rumah bersama. Sebagaimana bahwa Kabupaten Sumenep terdiri dari 27 Kecamatan dan 126 Pulau.

“Semoga Sumenep ke depan semakin baik dan semakin sejahtera dengan siapapun ke depan pemimpinnya yang terpilih,” tandasnya.

Sekedar informasi, debat yang dimulai pukul 19.00-21.00 WIB, Achmad Fauzi kembali tampil seorang diri pada debat kali ini lantaran pasangan calon wakilnya, Hj Dewi Khalifah (Nyai Eva) masih dalam masa iddah. (Md)

Berita Terkait

Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang
Larasati 2026 Hidupkan Ruang Publik dan Gairahkan Ekonomi Kreatif Kota Probolinggo
Polemik Arisan Get di Sumenep Berakhir Damai, Admin Sebut Hanya Miskomunikasi
Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi
Pencairan Dana Dipersoalkan, Anggota Arisan Get di Sumenep Keluhkan Kurangnya Transparansi
Lomba Kapal Tradisional Perkuat Identitas Maritim Kepulauan Seribu Utara
Pemerintah Kaji WFH Sehari dalam Sepekan, Sejumlah Sektor Berpotensi Dikecualikan
Hilang Sejak Dilaporkan, Nur Faidah Masih Dalam Pencarian

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:50 WIB

Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:48 WIB

Larasati 2026 Hidupkan Ruang Publik dan Gairahkan Ekonomi Kreatif Kota Probolinggo

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:19 WIB

Polemik Arisan Get di Sumenep Berakhir Damai, Admin Sebut Hanya Miskomunikasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:08 WIB

Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:39 WIB

Pencairan Dana Dipersoalkan, Anggota Arisan Get di Sumenep Keluhkan Kurangnya Transparansi

Berita Terbaru

Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 17 Tahun 2026 tentang penghematan BBM yang mewajibkan ASN menggunakan transportasi non-BBM setiap hari Jumat.

Pemerintahan

Mulai April 2026, ASN Sumenep Wajib Non-BBM Setiap Hari Jumat

Sabtu, 28 Mar 2026 - 12:44 WIB