Kontrak Swakelola dengan 13 Desa untuk Peningkatan Akses Air Bersih di Sumenep Resmi Ditandatangani

Senin, 10 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas PUTR Eri Susanto saat melakukan penandatanganan penjanjian kontrak Swakelola program pambangunan pengeboran air bersih.

Kepala Dinas PUTR Eri Susanto saat melakukan penandatanganan penjanjian kontrak Swakelola program pambangunan pengeboran air bersih.

SUMENEP, detikkota.com – Perjanjian Kontrak Swakelola dengan 13 desa dalam program pembangunan pengeboran air bersih, pada Senin (10/03/2025) hari ini, resmi ditandatangani Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Penandatanganan berlangsung di ruang rapat Dinas PUTR Sumenep dan dihadiri oleh perwakilan desa penerima program.

Proyek pengeboran ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang ditujukan untuk meningkatkan akses air bersih di daerah yang membutuhkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Dinas PUTR Sumenep, Dedi Falahuddin berharap, setelah penandatanganan kontrak tersebut ketua pelaksana di setiap desa segera mencari tenaga kerja agar tidak terjadi keterlambatan.

“Sebab, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa sulitnya mencari tukang sering menjadi alasan klasik dalam keterlambatan proyek,” ujarnya.

Dedi menjelaskan bahwa tim geolistrik akan mulai bekerja besok untuk mengidentifikasi potensi sumber air yang memungkinkan dilakukan pengeboran di lokasi-lokasi sasaran.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Sumenep, Eri Susanto, menegaskan bahwa bantuan DAK air bersih ini diprioritaskan untuk desa-desa yang mengalami kekeringan serta memiliki tingkat stunting tinggi.

“Dengan adanya proyek ini, kami berharap akses air bersih di 13 desa, yakni 9 desa di daratan dan 4 di kepulauan, dapat meningkat. Harapannya, ini dapat membantu mengurangi angka kemiskinan dan stunting di wilayah tersebut,” jelasnya.

Eri menjelaskan bahwa setiap desa akan mendapatkan alokasi dana infrastruktur sebesar Rp 475 juta untuk pembangunan jaringan air bersih.

Diharapkan program ini bisa berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu hamil, balita, dan anak-anak yang memerlukan sanitasi serta asupan gizi yang baik untuk mencegah stunting.

“Kami ingin agar pembangunan ini segera selesai dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih. Dengan begitu, kebutuhan air minum dapat terpenuhi, angka stunting bisa ditekan, dan fasilitas ini juga bisa dikelola serta dijaga keberlangsungannya oleh warga setempat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Peta Sekda Sumenep Berubah: Arif Firmanto Mundur, Eri Susanto Gugur
Satu Mengundurkan Diri, Satu Gugur, Seleksi Sekda Sumenep 2026 Tinggalkan Enam Nama
Diduga Alergi Kritik, Komunikasi Warga dan Jurnalis dengan Kepala DPUTR Purwakarta Disebut Diblokir
Wakapolres Sumenep Resmi Berganti, Kompol Haris Darma Sucipto Jabat Wakapolres
Bansos Digital Nasional Bergulir, Banyuwangi Tampil sebagai Role Model
Calon Sekda Sumenep yang Masuk Tahap Assessment
Pemkot Surabaya Tingkatkan Kualitas Jalan Rawan Genangan dengan Metode Overlay
Pemkot dan DPRD Surabaya Sepakati Perubahan Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:11 WIB

Peta Sekda Sumenep Berubah: Arif Firmanto Mundur, Eri Susanto Gugur

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:53 WIB

Satu Mengundurkan Diri, Satu Gugur, Seleksi Sekda Sumenep 2026 Tinggalkan Enam Nama

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:21 WIB

Diduga Alergi Kritik, Komunikasi Warga dan Jurnalis dengan Kepala DPUTR Purwakarta Disebut Diblokir

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:32 WIB

Wakapolres Sumenep Resmi Berganti, Kompol Haris Darma Sucipto Jabat Wakapolres

Rabu, 4 Februari 2026 - 08:54 WIB

Bansos Digital Nasional Bergulir, Banyuwangi Tampil sebagai Role Model

Berita Terbaru