KOTAKU di Desa Cangkuang Wetan Dayeuhkolot Diharapkan Berkelanjutan ke RW Lain

Sabtu, 7 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, detikkota.com – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), adalah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Program tersebut untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia. Dan lokasi kegiatan saat ini di Rw 01 Desa Cangkuang Wetan Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, dilaksanakan pada Kamis (5/11/2020).

Untuk pengerjaan proyeknya, dilakukan oleh masyarakat setempat melalui KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat). Pembangunan program Kotaku di Desa Cangkuang Wetan RW 1 oleh dua KSM yaitu, KSM Cibedug Asri dan KSM Cibedug Sauyunan dan itu di bawah naungan BKM Cangkuang Wetan Tanginas, dengan keseluruhan nilai proyek 1 M, target pembangunan sampai 22 Desember 2020.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatannya Asep Suhara, Ketua KSM Cibedug Asri saat ditemui di lokasi kegiatan menjelaskan, terkait program Kotaku yang ada di Cangkuang Wetan pihaknya dipercaya mengelola beberapa kegiatan pembangunan, diantaranya, septik tank komunal, Sarana Air Bersih (SAB), drainase yang panjangnya sekitar 759 meter, pemasangan paving block, SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah), dan TPT.

“Mudah-mudahan dengan adanya program Kotakui ini Kampung Cibedug Hilir RW 1 menjadi lebih baik lebih bagus lebih indah sesuai dengan nama KSM kita yaitu Cibedug Asri,” ujarnya.

Dalam pengerjaannya, Asep Suhara mengaku telah sesuai dengan aturan protokol kesehatan Covid-19 dan juga padat karya yaitu pemberdayaan masyarakat, banyak warga yang pengangguran karena PHK kekurangan pekerjaan dikarenakan dampak wabah Corona.

“Alhamdulillah dari bantuan program pemerintah ini sangat berguna dan banyak terima kasih semoga kotaku ini lebih maju lebih menjadikan kampung kita lebih baik dan lebih indah,” ungkapnya.

Di tempat yang berbeda Asep Kusmiadi S.Pd, M.Pd., Kepala Desa Cangkuang menyatakan, sangat berterima kasih kepada Kementerian PUPR atas program Kotaku

“Terimakasih kepada pemerintah pusat terkait dengan ini Kementerian PUPR atas program Kotaku, yang ada di Desa Cangkuang Wetan di RW 1. Program Kotaku ini mudah-mudahan bisa bermanfaat dan berkelanjutan khususnya di Rw Rw yang ada di Desa Cangkuang Wetan,” ucapnya.

Dia juga berharap kedepannya dengan adanya program Kotaku masyarakat bisa lebih dinamis, lebih tentram, lebih terjaga, baik kesehatan, kebersihan, keindahan dan yang lainnya.

“Mudah-mudahan program Kotaku ini di Desa Cangkuang Wetan menjadi terwujud dan bersinergi terus dengan desa dan masyarakat,” harapnya. (Way)

Berita Terkait

Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang
Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi
Pencairan Dana Dipersoalkan, Anggota Arisan Get di Sumenep Keluhkan Kurangnya Transparansi
Presiden Prabowo Dorong Percepatan Program Waste to Energy di Kota Besar
Pemerintah Kaji WFH Sehari dalam Sepekan, Sejumlah Sektor Berpotensi Dikecualikan
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 24 Maret 2026, Cek Pergerakannya
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah
Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Idul Fitri dan Apresiasi Pemulihan Banjir Aceh Tamiang

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:50 WIB

Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:08 WIB

Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:39 WIB

Pencairan Dana Dipersoalkan, Anggota Arisan Get di Sumenep Keluhkan Kurangnya Transparansi

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:13 WIB

Presiden Prabowo Dorong Percepatan Program Waste to Energy di Kota Besar

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:20 WIB

Pemerintah Kaji WFH Sehari dalam Sepekan, Sejumlah Sektor Berpotensi Dikecualikan

Berita Terbaru

Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 17 Tahun 2026 tentang penghematan BBM yang mewajibkan ASN menggunakan transportasi non-BBM setiap hari Jumat.

Pemerintahan

Mulai April 2026, ASN Sumenep Wajib Non-BBM Setiap Hari Jumat

Sabtu, 28 Mar 2026 - 12:44 WIB