Menko Polhukam: TNI AD Harus Menjunjung Prinsip Bersatu dalam Keberagaman

Jumat, 13 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, detikkota.com – Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan bahwa Indonesia Merdeka dirajut di dalam sebuah ideologi bernama Pancasila. Sehingga cara menyelesaikan masalah dalam berbangsa dan bernegara bukan di dalam beragama, tapi dicari titik temunya dengan Pancasila.

Demikian disampaikan Menko Polhukam dalam sambutan di acara Apel Danrem dan Dandim Terpusat 2020 di Markas Besar TNI AD, Kamis pagi (12/11).

“Ideologi itu kesepakatan. Kesepakatan dari perbedaan itu dicari titik temunya menjadi Pancasila. Urusan agama itu menjadi urusan pribadi. Silahkan semuanya beragama, dilindungi semua sebagai hak asasi melaksanakan ajaran agama itu, melaksanakan keyakinan agama masing-masing,” ujar Mahfud.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir dalam acara ini Kepala Staf Angkatan Darat, Jend TNI Andika Perkasa, Wakil KSAD, Danpusterad, para Pangkotama, para Kabagpus dan para Danrem dan Dandim seluruh Indonesia.

Menko menjelaskan bahwa ideologi ketika disepakati berdiri negara ini, adalah negara yang bersatu dalam perbedaan. Menurutnya, Konstitusi mengatur kesepakatan itu, dan tidak boleh berpandangan kelompok ini menganut agama besar, sedang yang lain menganut agama kecil, suku ini berbeda dengan suku yang lain.

“Ide kita sebenarnya prinsipnya bersatu dalam keberagaman, membela negara secara bersama sebagai milik bersama tanpa diskriminasi,” tegas Menko. (M/Red)

Berita Terkait

Darurat BBM di Kepulauan Sumenep, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu dan Stok Nihil, Sekolah Lumpuh Nelayan Tak Melaut
Arus Balik Tol Trans Jawa Kondusif, 2,9 Juta Kendaraan Masuk Jakarta
Puncak Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Ketapang Dipadati Kendaraan
Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang
Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi
Pencairan Dana Dipersoalkan, Anggota Arisan Get di Sumenep Keluhkan Kurangnya Transparansi
Presiden Prabowo Dorong Percepatan Program Waste to Energy di Kota Besar
Pemerintah Kaji WFH Sehari dalam Sepekan, Sejumlah Sektor Berpotensi Dikecualikan

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:26 WIB

Darurat BBM di Kepulauan Sumenep, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu dan Stok Nihil, Sekolah Lumpuh Nelayan Tak Melaut

Senin, 30 Maret 2026 - 11:15 WIB

Arus Balik Tol Trans Jawa Kondusif, 2,9 Juta Kendaraan Masuk Jakarta

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:30 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Ketapang Dipadati Kendaraan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:50 WIB

Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:08 WIB

Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi

Berita Terbaru