Sekolah Disegel Ahli Waris, Siswa SMKN 1 Kalianget Akan Belajar Daring

Selasa, 19 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SMKN 1 Kalianget Sumenep tidak bisa masuk ke dalam sekolah karena pintu utama disegel ahli waris pemilih lahan

Siswa SMKN 1 Kalianget Sumenep tidak bisa masuk ke dalam sekolah karena pintu utama disegel ahli waris pemilih lahan

SUMENEP, detikkota.com – Ratusan siswa SMK Negeri 1 Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tidak bisa masuk ke dalam sekolah karena pintu utama disegel. Puluhan guru pun terlihat menunggu di depan sekolah.

Penyegelan itu dilakukan oleh ahli waris Achmad Dahlan yang disebut sebagai pemilik lahan sekolah. Pagar sekolah ditutup dan dipasang 2 spanduk bentang bertuliskan ‘Dilarang Masuk Tanpa Ijin Pemilik Lahan’.

Spanduk kedua bertuliskan, ‘Mohon maaf kepada adik-adik siswa atas terganggunya belajar di sekolah ini. Dilarang membuka segel dan melakukan kegiatan apapun di atas tanah sekolah milik alm. Drs. H. Ach. Dahlan, MSi. Kami cukup sabar didzolimi sejak tahun 1996 sampai saat ini tanpa mendapatkan ganti rugi satu rupiah pun’.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di depan pintu utama, para guru dan siswa berdoa bersama agar persoalan lahan sekolahnya segera selesai, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung seperti biasa.

“Ketika mengetahui sekolah disegel, kami langsung menemui ahli waris, meminta tolong agar segel dibuka biar anak-anak bisa belajar di sekolah. Tapi ahli waris menolak,” kata Ishak, Kepala SMKN 1 Kalianget.

Ishaq mengaku, pihaknya telah menemui ahli waris bersama wakil kepala sekolah, komite sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Wilayah Sumenep.

“Tapi ahli waris bersikukuh tidak mau membuka segel sekolah, sampai ada kejelasan ganti rugi lahan yang digunakan SMKN 1 Kalianget,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait penyegelan sekolah, selain berharap agar sengketa lahan tersebut segera selesai.

“Kasihan anak-anak kalau sekolah terus disegel seperti ini. KBM tidak bisa berlangsung. Tadi kami sampaikan ke anak-anak, untuk sementara belajar di rumah dulu,” ucapnya.

Namun apabila hingga besok segel sekolah belum dibuka, kata Ishaq, pihaknya akan mengeluarkan kebijakan bahwa KBM dilakukan dengan cara ‘daring’. “Ini seperti saat wabah Covid-19 terjadi beberapa tahun lalu,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dinkes Banyuwangi Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus, Warga Diimbau Tetap Waspada
Pemkab Sumenep Gelar JJS Hardiknas 2026, Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Buron ke Cirebon, Pelaku Asusila Anak Asal Lenteng Akhirnya Ditangkap
Mantan Karyawan Toko di Pamanukan Ditangkap Usai Curi Uang Rp50 Juta
Oknum PNS Kesbangpol Subang Terlibat Penipuan Proyek Fiktif Nasi Kotak, Kerugian Capai Rp15 Juta
Polres Sumenep Ungkap Kasus Curanmor di Tiga TKP
Direktur BPRS Bhakti Sumekar: Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Generasi Muda
Hardiknas 2026, Dinkes P2KB Sumenep Tegaskan Pendidikan Berkualitas Butuh Gerakan Bersama

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 13:05 WIB

Dinkes Banyuwangi Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus, Warga Diimbau Tetap Waspada

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:42 WIB

Pemkab Sumenep Gelar JJS Hardiknas 2026, Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:23 WIB

Buron ke Cirebon, Pelaku Asusila Anak Asal Lenteng Akhirnya Ditangkap

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:15 WIB

Mantan Karyawan Toko di Pamanukan Ditangkap Usai Curi Uang Rp50 Juta

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:12 WIB

Oknum PNS Kesbangpol Subang Terlibat Penipuan Proyek Fiktif Nasi Kotak, Kerugian Capai Rp15 Juta

Berita Terbaru