Siapa Sebenarnya Musuh Kita

Jumat, 4 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, detikkota.com – Dunia perpolitikan kita memanas di tengah pandemi, dipuncaki kepulangan tukang minyak wangi yang didandani jadi ulama oleh orang yang tak mau Indonesia terpandang dimata dunia.

Piaraan ini sudah lama disiapkan, bak Inggris menyiapkan Imam Mahdi Gulam Ahmad menjadi nabi baru.

Ini nyaris copy faste seperti itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gak tanggung-tanggung preman dilabeli imam umat Islam Indonesia, ini keterlaluan, selain melecehkan para ulama, mereka telah merendahkan Islam.

Bagaimana ada imam besar mulutnya bak buang hajat besar.

Ini menjadi stigma tambahan dan pembenaran bahwa sebagian yang mengganggap Islam adalah agama terbelakang dan suka perang seolah terbuktikan dgn dihadirkannya manusia rendah akhlak sebagai hasil ternak yang disiapkan utk merusak.

Melihat gerak beberapa pihak sejak Jokowi memulai jabatan presiden, terbaca apa mau mereka. Yang pasti kejayaan orba akan dikembalikan utk melanjutkan pengamanan bisnis dan keserakahan lainnya yang pernah mereka jalankan.

Manuver beberapa pemain lama makin terlihat nyata, mereka pura-pura bijaksana, tapi sebenarnya pijak sini pijak sana.

Barusan katanya anak JK melaporkan Ferdinand dan Rudy S Kamri karena dianggap melakukan fitnah uang sekopor ngongkosi kembalinya imam tambal silumaan. Kepulangannya saja merusak tatanan kesosialan, dan menjadi preseden.

Keluarga JK saat ini sedang meriang diserang sana sini di medsos.

Baik tentang bisnisnya, hutangnya, dan manuver politiknya yang membahayakan Indonesia, bagaimana tidak, JK baru saja menyelesaikan tugas wapres bersama Jokowi, kok ada makhluk siluman seperti Rizieq dibela mati-matian. Padahal kan JK tau kejadian 212, atau kelanjutannya. Lha tiba-tiba ada buronan pulang JK menyambut dengan statement memihak musuh negara.

Rizieq dibilang pemimpin kharismatik, dan berduyunnya penyambutan karena ada kekosongan kepemimpinan nasional, seolah menganggap Jokowi tak ada, ini kan luar biasa konyolnya, padahal JK pernah bicara bahwa Jokowi adalah pemimpin yang baik. Ini kan ungkapan seperti banyolan, tapi ya kenyataannya diucapkan oleh mantan wapres. Jadi blunder kan?

Semua orang membaca benang merah ini dari konspirasi pilkada Jakarta yg memenangkan gubernur tak bisa kerja, dimana JK punya andil besar disana, kalau sekarang Jakarta rusak apa JK tak merasa bersalah. Kalau tidak berarti ada yang salah dalam alam berfikir JK, dia tak mampu melihat kemudhorotan dan kebaikan, padahal shalatnya untuk menghindari perbuatan keji dan mungkar, ingat ya JK adalah ketua dewan masjid Indonesia dan ketua PMI sebagai penyelamat kanusiaan.

Kok aksinya bertolak belakang.

Sehingga begitu gampangnya diterka bahwa Rizieq dipiara sejak lama. Makanya asumsi uang sekopor itu menjadi tersohor.

Kepulangan Rizieq atau dipulangkan dengan show of force yang seolah menantang negara, memaki-maki TNI dan Polri kok JK malah membelai, ini yang membuat rakyat makin tak respek kepada JK, selain sudah sejak lama terbaca track recordnya, kok sekarang malah makin kuat nyokotnya.

Kondisi bangsa di serang covid, Jokowi hanya tidur 3 jam sehari, lha kok ada sekelas mantan wapres malah nyambangi dengan niat menandingi, caranya, kondisinya, niatnya, tak sebanding dengan prestasi yang pernah ada, sekarang malah muji-muji imam pesenan, yang hobby nya produksi makian.

Sebuah keniscayaan bahwa negara kita sedang teraniaya, herannya justru orang dalam yang membuatnya. Sulit di percaya tapi itulah adanya. Musuh kita bukan China atau Amerika, tapi ada dibalik jendela.

Indonesia sedang di coba oleh orang-orang dalam yang mendua, mereka mau terlihat bijaksana sekaligus juga mau tetap memperkaya diri dengan segala cara.

Sementara pemerintahan Jokowi sdg terus membenahi kerusakan yang mereka buat 42 thn silam, makanya dibutuhkan energi yang besar dalam melanjutkan yang sudah dimulai kalau tidak mau dimakan oleh taring mereka para DNA orba.

Energi itu adalah kebersamaan memerangi kezholiman yang mereka hadirkan.

INDONESIA AKAN BISA MENGATASI SEGALA RINTANGAN INI, ASAL KITA TETAP BERSAMA JOKOWI, BUKAN MALAH BERMESRAAN DGN PARA GALI !!!

(Dw.A/Red)

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Sumenep Ringkus Pengedar Sabu, Delapan Poket Disita
Nanik Sudaryati Deyang Resmi Pimpin BGN, Pemerintah Soroti Ketegasan dan Disiplin
Bukan Hanya Dadan, Dua Mantan Wakil Kepala BGN Juga Keluar dari Kejagung Mengenakan Rompi Tahanan
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Keluar dari Kejagung Mengenakan Rompi Tahanan
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Pengamat Nilai Pergantian Pimpinan Belum Tentu Selesaikan Masalah MBG
BRIN Ingatkan Ancaman Genangan Permanen di Pantura Jawa Akibat Penurunan Tanah dan Kenaikan Muka Laut
Rutan Sumenep Gandeng TNI-Polri Gelar Razia Gabungan, Perkuat Komitmen Zero Halinar
KNPI Sumenep Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Nasionalisme Pemuda

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:08 WIB

Satresnarkoba Polres Sumenep Ringkus Pengedar Sabu, Delapan Poket Disita

Senin, 8 Juni 2026 - 11:37 WIB

Nanik Sudaryati Deyang Resmi Pimpin BGN, Pemerintah Soroti Ketegasan dan Disiplin

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:52 WIB

Bukan Hanya Dadan, Dua Mantan Wakil Kepala BGN Juga Keluar dari Kejagung Mengenakan Rompi Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:32 WIB

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Keluar dari Kejagung Mengenakan Rompi Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:18 WIB

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Pengamat Nilai Pergantian Pimpinan Belum Tentu Selesaikan Masalah MBG

Berita Terbaru