Tolak Politik Uang Untuk Pilkada yang Bermartabat

Jumat, 20 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Danu Budiyono, Pegiat Sosial Politik Banyuwangi

Danu Budiyono, Pegiat Sosial Politik Banyuwangi

BANYUWANGI, detikkota.com – Pilkada Banyuwangi semakin dekat dan tentunya semakin memanas. Kampanye para kandidat juga menjadi kampanye yang tertantang.

Selain karena persaingan di antara kandidat juga suasana Covid-19 menjadi beban tersendiri dalam kampanye kali ini. Pada sisi lain dengan tragedi Covid-19 dan segala permasalahan yang ditimbulkan, seperti ekonomi dan lapangan kerja, kampanye kali ini juga membuka ruang untuk pelecehan demokrasi dan pilkada yang bermartabat.

Mengingat dimasa normal saja kerap terjadi politik uang atau bagi bagi sembako yang begitu ganas. Apalagi di masa pandemi ini, pasti banyak di antara warga yang memang membutuhkan, bahkan terdesak oleh kebutuhan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disinilah masyarakat akan teruji, baik karekteristik moralitas maupun wawasan politik dan kebangsaannya. Artinya jika ada godaan uang dan ekonomi ditengah tuntutan akibat pandemi ini, rakyat teruji apakah mampu mempertahankan karakter moral itu. Atau justru tersungkur kedalam pelukan money politic.

Atau mungkin ada masyarakat yang akan kehilangan akal sehat dan atau wawasan politik yang sehat dan berwawasan politik yang rasional dalam menentukan pilihan Bupati dan Wakil Bupati Desember mendatang.

Karena terkadang masyarkat tidak sadar akan ternina bobokan oleh kesenangan sesaat, yaitu money politic atau sembako itu tadi. Padahal justru itu bukan saja merusak masa depan daerah dan generasi, tetapi sudah melecehkan demokrasi.

Kalo politik uang telah merasuki cara pandang warga dalam berdemokrasi dan berpolitik maka akan terjadi mata rantai syetan perpolitikan itu sendiri.

Logikanya, ketika ada pejabat atau kepala daerah yang memenangkan pertarungan politik dengan modal uang besar niscaya memiliki kepentingan besar juga untuk mengembalikan dana yang telah dikeluarkan, dan itu pasti.

Bahkan bisa jadi kepentingan daerah atau kepentingan rakyat menjadi pertimbangan yang kesekian dalam pemerintahnya nanti. Akhirnya kita harus sepakat agar pilkada berjalan lancar, aman, damai sukses dengan hasil terbaik. Tujuannya agar Banyuwangi adil makmur.

Oleh karenanya itu diperlukan pemimpin yang memang berkarakter, berkemampuan dan berpengalaman. Pemimpin yang mengetahui dengan baik seluk beluk semua permasalahan Banyuwangi.

Maka harapan besarnya agar masyarakat sadar demokrasi dan politik, serta memiliki kepintaran dalam menentukan pilihan bupati dan wakil bupati pada 9 Desember mendatang.
Jangan sampai terbuai oleh bujukan politik uang maupun sembako.

Percayalah politik uang merusak tatanan demokrasi dan masa depan banyuwangi itu sendiri. Maka mari tolak money politik, tegakkan demokrasi dan pilkada yang bermartabat.

Danu Budiyono.
Pegiat Sosial Politik Banyuwangi

Berita Terkait

Tedi Ronal Slamet Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPD MIOI Purwakarta Periode 2026-2030
Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes
Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu
Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan
Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Tedi Ronal Slamet Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPD MIOI Purwakarta Periode 2026-2030

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Berita Terbaru