Wapres Ma’ruf Amin Minta BPIH Tak Beratkan Jemaah Haji

Senin, 20 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden RI, KH. Ma'ruf Amin.

Wakil Presiden RI, KH. Ma'ruf Amin.

JAKARTA, detikkota.com – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), KH. Ma’ruf Amin meminta penentuan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2024 dapat dibuat secara proporsional agar tidak memberatkan jemaah haji Indonesia serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Saya sudah sering mengatakan bahwa selama ini biaya haji itu diberi subsidi lebih besar. Bahkan separuh lebih, sehingga memberatkan lembaga BPKH. Sehingga kadang hasil dari pengembangannya tergerus,” kata Ma’ruf di Jakarta Pusat, dikutip tvonenews, Minggu (19/11/2023).

“Nah kalau itu dibiarkan, modalnya akan habis. Maka karena itu sumbangan ini saya kira tetap masih tetap diperlukan, supaya tidak terlalu besar yang ditanggung oleh jemaah haji, tapi juga jangan sampai memberatkan subsidi BPKH,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, BPIH perlu dibuat secara proporsional antara penentuan biaya haji dan subsidi. “Karena itu supaya dibuat secara proporsional. Jika (tahun) kemarin 50 persen, sekarang jangan 50 persen,” imbuhnya.

Ma’ruf pun menjelaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) RI mengusulkan BPIH 2024 dengan 30% subsidi dan 70% uang jemaah atau Bipih. Usulan BPIH tersebut disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Senin, (13/11/2023).

Kemenag RI sebelumnya mengusulkan agar BPIH 2024 rata-rata sebesar Rp105 juta. Angka tersebut naik sekitar Rp15 juta dari tahun sebelumnya sebesar Rp90 juta.

“Dicoba itu didikusikan apa sudah pantas dengan 30 persen? Atau harus masih ditambah subsidinya, sehingga beban dari jemaah lebih kurang. Itu yang penting proporsional lah yang dilakukan melalui DPR,” pinta Ma’ruf.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar menilai bahwa biaya haji itu normalnya Rp95 juta.

“Normalnya itu yang harus dibayar secara full (penuh) oleh jemaah Rp 95 juta. Tapi realitasnya di lapangan calon haji membayar Rp48 juta, kekurangannya itu disubsidi BPKH, subsidi oleh negara,” jelasnya.

“Jadi sebenarnya jemaah haji Indonesia ini mendapat subsidi pemerintah melalui BPKH. Dari dana jemaah haji sendiri yang dikumpulkan,” pungkas Kiai Anwar.

Berita Terkait

Kantongi 16 Penghargaan pada 2026, Bupati Sumenep Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan
Songennep Jaja Rajja Jadi Seruan Persatuan, Bupati Sumenep Dorong Pembangunan Merata
Lantik 73 Pejabat Pengawas, Ipuk Tekankan Pelayanan Publik yang Ramah dan Transparan
Bukan Sekadar Penghargaan, Bupati Bangkalan Tuntut Kesetaraan Gender Berdampak Nyata
Sambut Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN dan Non-ASN Kenakan Baju Adat Keraton
Bupati Sumenep Instruksikan ASN Baca Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali
Wabup Sumenep Tekankan Disiplin ASN dalam Menjalankan Tugas
Pemkab Sumenep Wajibkan ASN dan Non-ASN Kenakan Pakaian Santri pada 19–22 Oktober 2026

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Kantongi 16 Penghargaan pada 2026, Bupati Sumenep Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Songennep Jaja Rajja Jadi Seruan Persatuan, Bupati Sumenep Dorong Pembangunan Merata

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Lantik 73 Pejabat Pengawas, Ipuk Tekankan Pelayanan Publik yang Ramah dan Transparan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Bukan Sekadar Penghargaan, Bupati Bangkalan Tuntut Kesetaraan Gender Berdampak Nyata

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Sambut Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN dan Non-ASN Kenakan Baju Adat Keraton

Berita Terbaru