Anggota DPD RI Nilai Sikap Pemerintah Aceh Hentikan Kegiatan Dubes India Sudah Tepat

Selasa, 14 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, detikkota.com – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman ikut memberi tanggapan terhadap sikap dan kebijakan Pemerintah Aceh yang meminta Dubes India, Manoj Khumar Bharti bersama delegasinya mengakhiri kegiatannya di Aceh.

“Penghentian agenda kegiatan Dubes India bersama delegasinya di Aceh adalah sikap dan kebijakan yang tepat. Hal tersebut sudah selaras dengan sikap Pemerintah Indonesia sendiri terhadap tindak penghinaan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan politisi Partai Bharatiya Janata (BJP),” ujar Haji Uma, pada Selasa (14/06/2022).

Anggota DPR RI yang akrab disapa Haji Uma ini menyampaikan, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI telah mengambil langkah bergabung bersama sejumlah negara islam lainnya yang mengutuk keras pernyataan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, ini merupakan prinsip dan integritas dari negara dengan jumlah muslim terbesar dunia, demikian juga Aceh sebagai provinsi dengan populasi muslim mayoritas di Indonesia.

“Sikap pemerintah Aceh dan berbagai elemen strategis lain merupakan bentuk ketegasan prinsip dan integritas dari Aceh sebagai daerah dengan jumlah muslim mayoritas di Indonesia yang notabene sebagai negara muslim terbesar di dunia,” katanya.

Haji Uma juga menyampaikan, disatu sisi ada konsekuensi dari sikap yang diambil Pemerintah Indonesia, misal hubungan kerjasama ekonomi dengan India. Namun berbagai potensi dampak telah dipikirkan oleh Pemerintah Indonesia atas sikap yang diambil.

Dalam hal ini prinsip dan integritas menjadi lebih penting. Karena hal itu menjadikan posisi Indonesia dihargai oleh negara lain.

“Indonesia telah mempertimbangkan berbagai konsekuensi dari sikap diplomatik atas kasus ini, termasuk terganggunya hubungan kerjasama ekonomi. Namun prinsip dan integritas jauh lebih penting karena dengan demikian kita dihargai negara lain. Demikian juga dengan sikap yang diambil pemerintah Aceh dan berbagai elemen strategis lainnya. Semua sudah tepat sebagaimana mestinya,” tutup Haji Uma.(dima_red)

Berita Terkait

Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa
Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis
BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran
Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Pesan Listyo Sigit untuk Kapolri Suyudi: Jaga Amanah dan Utamakan Pelayanan Masyarakat
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan
Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:53 WIB

BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk

Berita Terbaru