Direktur Puskaptis Menilai NH dan Lingkaran Setan Korupsi para Birokrat

Minggu, 27 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Sebutan bahwa Kabupaten Banyuwangi sebagai wilayah bebas korupsi hanya isapan jempol belaka, bahkan seorang tersangka korupsi pun masih jadi pejabat eselon di Pemkab Kabupaten Banyuwangi. Itu sebagai pertanda bahwa Bupati Banyuwangi terkesan masih melindungi dan menutupi kasus NH.

Hal tersebut di katakan dengan tegas oleh Direktur Puskaptis Banyuwangi Mohammad Amirullah, S.H.,M.Hum. “Budaya Malu serta etika kepantasan sudah hilang pada diri birokrat-birokrat kita, sehingga mereka lupa bahwa keberadaan birokrat sejatinya adalah untuk melayani rakyat,” ujarnya, Sabtu (26/11/2022).

Menurutnya, APBD Banyuwangi yang jumlahnya mencapai Rp3,1 Triliun lebih itu dihabiskan untuk kebutuhan birokrat serta legislatif mencapai Rp2,4 Triliun lebih, sisanya Rp 550 miliar untuk pengadaan barang dan jasa, dan Rp150 miliar dihabiskan untuk ATK Rp 37 miliar, Perjalanan Dinas Rp 64 Miliar serta mamin Rp 40 miliar lebih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nah, anggaran Rp 700 miliar ini yang rawan disalah gunakan, terutama belanja habis pakai untuk ATK, Mamin dan Perjalanan dinas yang mencapai Rp150 miliar dan hampir separuhnya fiktif,” papar Diretur Puskaptis di depan awak media.

“Proses pengajuan anggaran gelondongan ke legislatif lah menjadi penyebabnya, wakil rakyat hanya sebagai lembaga ketok palu saja, mereka hampir sama dengan para birokrat. Mereka dinina bobokkan dengan anggaran Rp20 miliar perjalanan dinas atau Rp400 juta pertahun untuk setiap anggota. belum lagi ditambah pokir dan lain-lain yang mencapai Rp100 miliar pertahun,” cibir Amirullah.

Ketika para birokrat mengusai anggaran Rp550 miliar pertahun dan legislatif Rp150 miliar pertahun yang rawan dikorupsi, terus kapan mereka-mereka itu peduli pada rakyat?.

“Mereka pura-pura pedulinya ketika menjelang musim kampanye, atau ketika baru terjadi bencana atau ketika dikritik dan didemo, hanya saat seperti itu mereka baru peduli. Sudah saatnya para birokrat dan wakil rakyat kita kembali pada khittahnya, yaitu melayani rakyat dengan hati.Telinga mereka harus tebal untuk mau dikritik, karena itu tanda kami peduli pada anda,” pungkasnya. (Tim)

Berita Terkait

Polres Lumajang Gelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026 Jelang Idulfitri
Penerimaan Polri 2026 Resmi Dibuka, Kesempatan Jadi Bhayangkara Hingga 30 Maret
Prabowo Optimistis Indonesia Makin Kuat, Tekankan Perang terhadap Korupsi
SMA NU Sumenep Gelar Tahsinul Qira’ah Metode Tartila bil Qolam dalam Program Pondok Ramadan
Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Swasembada dan Kesiapan Idulfitri
Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipastikan Aman, Warga Diimbau Tidak Panic Buying
Mentan Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga 324 Hari ke Depan
Pemerintah Groundbreaking Rusun Subsidi di Meikarta, Dukung Program 3 Juta Rumah

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:18 WIB

Polres Lumajang Gelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026 Jelang Idulfitri

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:09 WIB

Prabowo Optimistis Indonesia Makin Kuat, Tekankan Perang terhadap Korupsi

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:47 WIB

SMA NU Sumenep Gelar Tahsinul Qira’ah Metode Tartila bil Qolam dalam Program Pondok Ramadan

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:44 WIB

Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Swasembada dan Kesiapan Idulfitri

Senin, 9 Maret 2026 - 16:41 WIB

Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipastikan Aman, Warga Diimbau Tidak Panic Buying

Berita Terbaru