Coco Feat Sumenep Tembus Pasar Internasional

Kamis, 11 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Sumenep, Chainurrasyid melepas ekspor coco feat di PT. Coco Jaya Sentosa yang beralamat di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Sumenep, Chainurrasyid melepas ekspor coco feat di PT. Coco Jaya Sentosa yang beralamat di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang.

SUMENEP, detikkota.com – Serbuk sabuk kelapa (coco feat) yang diolah oleh PT. Coco Jaya Sentosa yang beralamat di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep kini menembus pasar internasional.

Sedikitnya 22 ton coco feat diekspor ke Korea Selatan. Salah satu komoditas pertanian di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menembus pasar internasional. Komoditas pertanian tersebut adalah serbuk sabut kelapa atau coco feat yang diolah di Desa Lombang, Kecamatan Batang-batang, Sumenep.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid mengungkapkan, serbuk sabut kelapa itu diekspor ke Korea Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 22 ton serbuk sabut kelapa dikirim ke Korea Selatan. Pengiriman komuditas lokal yang banyak tidak termanfaatkan tersebut mendadak mencuri perhatian banyak kalangan. Umumnya, masyarakat hanya membutuhkan biji kelapa untuk berbagai kebutuhan, tapi tidak dengan sabutnnya.

Dulu, fungsi sabut kelapa paling banter hanya dijadikan bahan kayu bakar oleh pengrajin genteng. Namun kini, nilainya jauh lebih tinggi, bahkan menjadi komuditas ekspor setelah diolah menjadi serbuk.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Sumenep, Chainurrasyid menyatakan, upaya mengolah sabut kelapa menjadi serbuk merupakan langkah maju dalam memberikan nilai tambah ekonomis terhadap bahan baku yang banyak tidak termanfaatkan di masyarakat.

“Ekspor serbuk sabut kelapa adalah bagian upaya kemandirian dan peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya, Kamis (11/5/2023).

Pihaknya mengapresiasi ekspor perdana salah satu potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Kabupaten Sumenep tersebut. Bahkan pihaknya berharap, pengolahan sabut kelapa bisa memicu peningkatan investasi di Kota Keris, selain ekspor daun kelor dan sargassum yang sebelumnya juga diekspor ke luar negeri.

Chainur  berharap, PT. Coco Jaya Sentosa terus mengembangkan produknya demi membantu pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pelaku usaha bisa memanfaatkan setiap peluang komoditas di daerah, seperti coco feat yang bahan bakunya melimpah di masyarakat,” tandasnya.

Terpisah, Direktur PT. Coco Jaya Sentosa, Laurensius Klemens mengungkapkan, pihaknya mengekspor coco feat sebanyak 22 ton sesuai permintaan pembeli dari Negara Korea Selatan.

“Kami optimistis produk coco feat ini sangat prospek. Apalagi, kualitas produk yang kami ekspor sesuai dengan standart internasional,” tegasnya.

Laurensius menyebut, produk coco feat di luar negeri dimanfaatkan sebagai bahan baku beraneka macam produk, seperti alas tidur hewan ternak, pupuk organik hingga media tanam. Beberapa negara yang butuh seperti China, Korea Selatan, Jepang, Eropa, Australia hingga Selandia Baru.

“Melihat besarnya peluang pasar, kami akan mengembangkan komoditas pertanian kelapa ini dalam rangka memenuhi permintaan pasar global,” tandasnya.

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:06 WIB

Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mewakili Sekda Bangkalan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah VI RAPI Wilayah 1301 Bangkalan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Minggu (11/1/2026).

Pemerintahan

Pemkab Bangkalan Perkuat Sinergi Informasi melalui Muswil VI RAPI

Minggu, 11 Jan 2026 - 11:30 WIB