Wakil Presiden Nyatakan Mispersepsi Soal Islam di Indonesia Perlu diluruskan

Senin, 9 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin

Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin

JAKARTA, detikkota.com – Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin mengungkapkan, Sebagai negara berbentuk republik, Indonesia kerap dipandang tidak islami. Mispersepsi ini perlu diluruskan. Ada dua hal yang perlu dijelaskan kepada kelompok yang mengharuskan Indonesia berbentuk khilafah.

Pertama, ada pemahaman sistem dalam Islam itu harus khilafah. Padahal, sistem khilafah memang ada dalam Islam, diterima di negara Islam, tapi sistem kerajaan juga ada, seperti Arab Saudi.

Ada juga sistem republik seperti di Pakistan, Iran, Turki, dan Mesir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, adanya pemahaman seakan-akan Indonesia masih bisa digonta-ganti sistem kenegaraan. Itu salah. Karena sistem republik adalah kesepakatan bersama pendiri bangsa.

Dalam perspektif Islam disebut al mitsaq al wathoni dan kesepakatan hukumnya mengikat.

Seperti diamanahkan dalam surah An-Nisa ayat 92, Wa in kaana min qawmin bainakum wa bainahum mitsaqun fadhiyatun musallamatun ila ahlihi.

Umat Islam diajarkan untuk berkomitmen menjaga kesepakatan atau memenuhi perjanjian.

Kesepakatan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, menjadikan UUD 45 sebagai mekanisme dalam menjalankan negara. Kesepakatan ini sudah final dan harus dijaga.

“Bila ada pendapat yang menyatakan bentuk negara Indonesia saat ini membuat umat Islam tidak dapat menjalankan syariat Islam adalah pandangan yang keliru,” ujar Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, Senin (9/11/2020).

“Karena sebagian besar syariat Islam telah tertuang dalam hukum perundang-undangan negara,” pungkasnya. (Dw.A/Red)

Berita Terkait

Mobilitas Tinggi, Jalan Dr. Cipto Masuk Zona Prioritas Kebersihan DLH Sumenep
Khofifah Indar Parawansa Salurkan Bansos Rp16 Miliar Lebih di Kabupaten Probolinggo
Khofifah Indar Parawansa Tinjau Banjir di Probolinggo, Mohammad Haris Pastikan Penanganan dan Rekonstruksi Dipercepat
Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Petir di Madura
Menteri Kehutanan Serahkan SK TORA 160,735 Hektare untuk 26 Desa di Banyuwangi
Patroli Skala Besar Ramadhan, Aparat Gabungan Jaga Kondusifitas Wilayah Sumenep
Kapolres Sumenep Sidak Penjual Kembang Api di Hari Pertama Ramadan 2026
BRI, UMKM, dan Tantangan Dampak Nyata: Antara Ekspansi Kredit, CSR, dan Digitalisasi

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:54 WIB

Mobilitas Tinggi, Jalan Dr. Cipto Masuk Zona Prioritas Kebersihan DLH Sumenep

Senin, 23 Februari 2026 - 16:40 WIB

Khofifah Indar Parawansa Salurkan Bansos Rp16 Miliar Lebih di Kabupaten Probolinggo

Senin, 23 Februari 2026 - 16:38 WIB

Khofifah Indar Parawansa Tinjau Banjir di Probolinggo, Mohammad Haris Pastikan Penanganan dan Rekonstruksi Dipercepat

Senin, 23 Februari 2026 - 10:57 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Petir di Madura

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:55 WIB

Menteri Kehutanan Serahkan SK TORA 160,735 Hektare untuk 26 Desa di Banyuwangi

Berita Terbaru

Pj Sekda Sumenep bersama jajaran Dinsos P3A dan peserta saat kegiatan Penguatan Tim Gugus Tugas KLA di Graha Arya Wiraraja, Selasa (24/2/2026).

Pemerintahan

Dinsos P3A Sumenep Perkuat Gugus Tugas untuk Capai KLA 2026

Selasa, 24 Feb 2026 - 21:37 WIB