Warga Pulau Gili Iyang Harus Beli Air Bersih, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah

Kamis, 20 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Distribusi air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Batu Putih beberapa waktu lalu.

Distribusi air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Batu Putih beberapa waktu lalu.

SUMENEP, detikkota.com – Warga di Pulau Gili Iyang berharap agar pada puncak musim kemarau mendatang, ada bantuan air bersih untuk warga di Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.

“Sebenarnya, bukan cuma saat musim kemarau, saat ini kalau ada bantuan kita pasti sangat senang,” kata Ihyak Ulumudin, tokoh masyarakat setempat, Rabu (19/7/2023).

Untuk mendapatkan air bersih, lanjut Ihyak, warga harus membeli ke warga lainnya yang mempunyai sumur. Harganya Rp 14 ribu per meter kubik. Sebab di Pulau Gili Iyang sangat jarang warga yang memiliki sumur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mau bagaimana lagi, ya kami beli walaupun mahal,” imbuh ketua Pokdarwis itu.

Dia barharap agar bantuan air bersih tidak hanya dibagikan pada wilayah kekeringan yang ada di daratan. Namun juga bisa menyentuh warga kepulauan. Aplagi pulau Gili Iyang merupakan destinasi wisata, sehingga stok air harus mencukupi.

Selama ini, katanya, bantuan air bersih memang jarang sekali menjangkau wilayah kepulauan, karena terkendala transportasi untuk membawa air ke pulauan.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep berkomitmen memberikan pelayanan maksimal terhadap kebutuhan air bersih masyarakat. Khususnya di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan  dengan memberikan pengadaan air bersih.

Sekretaris BPBD Kabupaten Sumenep, H. Abd. Kadir mengakui, ada sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep dalam beberapa waktu terakhir mengalami kering kritis. Sehingga perlu pengiriman air bersih ke wilayah terdampak tersebut.

“Pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan tetap kami lakukan, agar bisa membantu mengurangi kesulitan masyarakat,” kata Kadir.

Menurutnya, saat ini ada sebanyak 9 desa di wilayah Kabupaten Sumenep masuk dalam kategori kering kritis, yakni Desa Motorna, Prancak, Basoka, Tengiden, Batuputih Daya, Badur, Batang-batang Daya, Jangkong dan Desa Kombang.

Sementara 42 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumenep yang juga mengalami kekeringan langka. Sedikitnya ada 18 kecamatan dari 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep, baik di wilayah daratan maupun kepulauan mengalami kondisi tersebut.

“Status siaga darurat bencana kekeringan di Kabupaten Sumenep berlaku selama 183 hari, terhitung dari 1 Juni sampai 31 November 2023 mendatang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bupati Probolinggo Perkuat Sinergi Pemerintah Desa Menuju Desa Inovatif dan Berdaya Saing
Pemerintah Siapkan Berbagai Moda Transportasi dan Operasi Ketupat untuk Mudik Lebaran 2026
Sumenep Terima Hibah PLTS 2 MW untuk Perkuat Listrik di Wilayah Kepulauan
Kodim 0728/Wonogiri Gelar Bazar Ramadan, Sediakan Sembako Murah bagi Warga
Pemkab Sumenep Gelar Gerakan ASRI, ASN Bersih-Bersih Kota Sambut Pemudik Lebaran
Pemkab Sumenep Salurkan Santunan Anak Yatim dan Duafa Jelang Idulfitri 1447 H
Bapperida Bangkalan Gelar Rakor Sinkronisasi Usulan Bantuan Program 2027
Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Piket dan WFA ASN Jelang hingga Pasca Lebaran

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:29 WIB

Bupati Probolinggo Perkuat Sinergi Pemerintah Desa Menuju Desa Inovatif dan Berdaya Saing

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:18 WIB

Pemerintah Siapkan Berbagai Moda Transportasi dan Operasi Ketupat untuk Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:47 WIB

Sumenep Terima Hibah PLTS 2 MW untuk Perkuat Listrik di Wilayah Kepulauan

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:24 WIB

Kodim 0728/Wonogiri Gelar Bazar Ramadan, Sediakan Sembako Murah bagi Warga

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:48 WIB

Pemkab Sumenep Gelar Gerakan ASRI, ASN Bersih-Bersih Kota Sambut Pemudik Lebaran

Berita Terbaru

Penasehat Hukum dan jajaran redaksi Media Liputan7.id saat menyerahkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa dalam kegiatan sosial di Aula Balai Desa Pandian, Kabupaten Sumenep.

Daerah

Liputan7.id Santuni Anak Yatim dan Dhuafa di Sumenep

Sabtu, 14 Mar 2026 - 23:54 WIB