Fenomena Langka, Gerombolan Laron Serbu Rumah Warga di Musim Kemarau

Senin, 23 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerombolan laron memenuhi lampu salah satu rumah warga di Desa Pangarangan, Kec. Kota Sumenep.

Gerombolan laron memenuhi lampu salah satu rumah warga di Desa Pangarangan, Kec. Kota Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Laron biasanya keluar secara berkoloni pada saat awal-awal musim hujan tiba. Tempat yang biasa dituju adalah lampu sebagai sumber penghangat badannya pada malam hari.

Namun, ada fenomena langka dan tak biasa terjadi di 2 rumah warga di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Semenep. Gerombolan laron tiba-tiba menyerbu beberapa lampu yang menyala.

Salah satu pemilik rumah, Didik Haryanto menceritakan, saat dirinya duduk di teras rumah produksi Batik Tulis Canteng Koneng tiba-tiba melihat gerombolan laron yang mengerubungi lampu di rumah sebelah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Padahal, sekarang kan musim panas sekali. Saya heran kenapa tiba-tiba banyak laron yang keluar. Biasanya kan keluar pada musim hujan,” kata Didik, sapaan karibnya, Minggu (22/10/2023) malam.

Didik mengaku heran karena tidak semua lampu rumah di lingkungannya diserbu gerombolan serangga bersayap itu.

“Di rumah saya hanya di bagian belakang. Sampai istri harus memadamkan lampu. Di bagian depan, malah tidak ada. Padahal, ada lima lampu yang nyala,” ucapnya.

Padepokan Rumah Batik Tulis Canteng Koneng yang hanya berjarak beberapa meter tidak diserbu gerbolan laron.

Selain itu, Didik juga heran karena sepanjang pengalamannya tidak pernah melihat laron keluar pada musim panas. Ia selalu keluar pada musim hujan.

“Ini fenomena apa? Kok banyak laron keluar padahal tidak hujan,” pungkasnya penuh tanya.

Untuk diketahui, oaron yang merupakan hewan kecil bersayap dengan nama ilmiah Macrotermes gilvus, seringkali muncul ketika musim hujan dan beterbangan mendekati cahaya.

Disarikan dari berbagai sumber, ternyata serangga bersayap yang keluar saat musim hujan dan mendekati cahaya ini bukanlah laron sembarangan, melainkan laron dengan kasta reproduktif. Sebab tak semua laron berkesempatan untuk bereproduksi.

Laron keluar saat musim penghujan dikarenakan saat itu tanah tengah dalam keadaan basah dan udara yang terasa lembab. Oleh karena itulah laron menghubungi lampu yang menghantarkan hawa panas untuk menghangatkan diri.

Saat musim penghujan pulalah waktunya laron untuk kawin dan berkembang biak. Di musim hujan inilah laron mengambil kesempatan untuk mencari pasangan kawinnya. Namun setelah kawin laron akan melepaskan sayap yang menempel di tubuhnya karena dirasa tak dibutuhkan lagi.

Laron yang tidak mendapat pasangan akan mati karena mereka akan terus aktif di luar sarang sampai sinar matahari muncul di pagi hari.

Sinar matahari kemudian membuat laron kehilangan sebagian besar cairan tubuhnya sehingga tubuh mereka kering dan tidak lagi lembap. Padahal, laron membutuhkan suhu lembap untuk tetap bertahan hidup.

Dilansir dari desasedang.badungkab.go.id, laron kemudian mulai membangun sarang dan menetaskan telur-telur sehingga membentuk koloni baru. Laron sendiri merupakan salah satu tahap perkembangan atau metamorfosis dari rayap, serangga yang hidup berkoloni didalam tanah. Rayap memiliki tiga kasta yaitu kasta reproduktif, kasta prajurit, dan kasta pekerja. Laron merupakan salah satu fase dewasa dari kasta reproduktif. Ia akan menjadi raja dan ratu pada koloni rayap.

Berita Terkait

Lima Kru Tongkang TK Indo Ocean Marine Dievakuasi Usai Alami Kebocoran di Perairan Giliyang
Banjir Baru di Situbuled Picu Amarah Warga, DPUTR dan Perkim Dikecam
Angin Puting Beliung Terjang Desa Payudan Dundang, Polisi Bersama TNI Gerak Cepat Bantu Warga
Bentrok Ojol dan Buruh Saat Aksi Demo di Purwakarta, Situasi Memanas
Banjir Rendam Enam Desa di Banyuwangi Selatan, 739 KK Terdampak
Hujan Deras Sebabkan Sejumlah Sungai Meluap di Banyuwangi, Petugas Lakukan Penanganan Cepat
Kurang dari 24 Jam, Polres Pamekasan Tangkap Pelaku Pembunuhan di Depan Masjid Agung Asy Syuhada
Gempa Bumi Bermagnitudo 4,2 Guncang Sumenep, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif Bawah Laut

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:03 WIB

Lima Kru Tongkang TK Indo Ocean Marine Dievakuasi Usai Alami Kebocoran di Perairan Giliyang

Selasa, 30 Desember 2025 - 17:25 WIB

Banjir Baru di Situbuled Picu Amarah Warga, DPUTR dan Perkim Dikecam

Senin, 22 Desember 2025 - 19:53 WIB

Angin Puting Beliung Terjang Desa Payudan Dundang, Polisi Bersama TNI Gerak Cepat Bantu Warga

Senin, 22 Desember 2025 - 17:55 WIB

Bentrok Ojol dan Buruh Saat Aksi Demo di Purwakarta, Situasi Memanas

Minggu, 23 November 2025 - 16:57 WIB

Banjir Rendam Enam Desa di Banyuwangi Selatan, 739 KK Terdampak

Berita Terbaru