Puskesmas Lenteng dan Fenomena Obat Tidak Tersedia

Selasa, 14 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Obat tidak tersedia, bukan hal baru dalam potret kesehatan. Hingga saat ini masih dirasakan oleh salah satu pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), di salah satu Puskesmas di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Mawar, salah satu pasien yang tidak mau nama aslinya dipublikasikan, mengaku dirinya membawa anaknya berobat di Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep, namun sesampainya dirinya merasa janggal ketika obat di resep tidak tersedia di Apotek Puskesmas.

“Saya diberi tawaran oleh salah satu perawat, apa mau nebus obat diluar? Saya yang merasa tidak ada pilihan lain mengiyakan terhadap tawaran tersebut,” kata Mawar saat dijumpai media ini, Senin (13/05/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Moh Dicki Afrizal, ketua Jaringan Pemerhati Kesehatan (JPKES) Sumenep mengatakan, bahwa, Puskesmas dalam hal ini sudah tidak menjalankan tugasnya sesuai peraturan yang ada.

“Mari kita kaji Permenkes nomor 25 tahun 2014 bagian D poin (a) bunyinya, Pelayanan obat untuk Peserta JKN di FKTP dilakukan oleh apoteker di instalasi farmasi klinik pratama/ruang farmasi di Puskesmas/apotek sesuai ketentuan perundang-undangan. Dalam hal di Puskesmas belum memiliki apoteker maka pelayanan obat dapat dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian dengan pembinaan apoteker dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Bukan memberi beban pasien,” kata Rizal.

Untuk itu, pria yang kerap disapa Rizal ini meminta dinas terkait segera mengevaluasi Puskesmas yang berbuat diluar peraturan dan perundang undangan.

“Kami minta Dinas Kesehatan, segera turun untuk evaluasi, jangan sampai hal seperti ini terulang kembali, supaya tidak sia-sia ada BPJS dan UHC di Sumenep ini,” pungkas Rizal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Drg. Ellya Fardasah, M. Kes saat dikonfirmasi mengaku, mungkin ini hanya kesalahan pelaksanaan teknis di apotek Puskesmas.

“Info ini kami tampung, dan secepat mungkin akan kami evaluasi, kami akan turun ke Puskesmas demi kemaslahatan bersama,” kata Ellya.

Berita Terkait

Tedi Ronal Slamet Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPD MIOI Purwakarta Periode 2026-2030
Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes
Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu
Presiden Prabowo ke Halmahera Tengah, Luncurkan Program Hilirisasi Rp180 Triliun
Prabowo Apresiasi Satgas PKH Selamatkan 6,2 Juta Hektare Hutan Senilai Hampir Rp400 Triliun
Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa
Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis
BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Tedi Ronal Slamet Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPD MIOI Purwakarta Periode 2026-2030

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Presiden Prabowo ke Halmahera Tengah, Luncurkan Program Hilirisasi Rp180 Triliun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Apresiasi Satgas PKH Selamatkan 6,2 Juta Hektare Hutan Senilai Hampir Rp400 Triliun

Berita Terbaru