Muktamar NU ke-35 Jadi Momentum PB IKA PMII Bedah Energi, Pangan hingga Gerakan Islam

Minggu, 16 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PB IKA PMII tengah menyiapkan serangkaian diskusi untuk menyemarakkan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

PB IKA PMII tengah menyiapkan serangkaian diskusi untuk menyemarakkan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

JAKARTA, detikkota.com – Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII), tengah menyiapkan serangkaian diskusi untuk menyemarakkan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Muktamar yang direncanakan dibuka pada hari Kamis 27 Agustus 2026, jam 19.30 tersebut, adalah ajang silahturahmi mayoritas aktivis NU seluruh Nusantara. “Ya, kita bedah berbagai masalah,” tegas M Sholeh Basyari, Minggu (16/8/2026).

Menurut program manager “Syiar dan Gebyar Muktamar” PB IKA PMII ini, momentum Muktamar NU, kita manfaatkan sebagai ajang silahturahmi, memperkuat idealisme keilmuan serta merawat ekosistem gerakan. Konsepnya adalah PB IKA PMII menggelar empat serial diskusi plus bedah buku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sholeh menambahkan, sejumlah tema yang dibahas pada serial diskusi tersebut adalah ketahanan energi, ketahanan pangan, gerakan Islam Indonesia kontemporer dan Reaktualisasi Nahdlatut Tujjar.

Tema ketahanan energi dan pangan dimaksudkan untuk mendukung dan menyukseskan program prioritas presiden Prabowo. Jelas aktivis yang Wasekjen PB IKA PMII itu.

Sementara, kajian menyangkut gerakan Islam dan Reaktualisasi Nahdlatut Tujjar, lebih menyasar stakeholder dan right holder ke-NU-an. Ekosistem keilmuan NU, secara historis satu tarikan nafas dengan peta gerakan keumatan, keislaman sekaligus keindonesiaan, tambahnya.

Merujuk Flyer yang diterima redaksi, sejumlah narasumber berasal dari unsur pejabat, profesional, komisioner negara hingga akademisi.

Diskusi terkait ketahan pangan, direncakan bertempat di Museum Hasyim Asyari di kawasan Tebu Ireng, Jombang. Sejumlah narasumber yang dihadirkan antara lain: Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sekaligus Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono. Kemudian Kepala Badan Usaha Logistik (Bulog), Letjen TNI (purn) Ahmad Rizal Ramdhani, Dirut BRI dan Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin.

Serial diskusi tentang ketahanan energi berempat di Gedung Jombang Expo, komplek GOR merdeka Jombang. sejumlah narasumber, menurut Sholeh tidak sabar untuk segera hadir. Mereka antara lain: Komisioner Dewan Energi Nasional (DEN) M Kholid Syeirazi, Zulfikar Akbar (General Manager Pertamina EP Cepu), Rudolf T Sirat (Dirut Sarana Pembangunan) dan Winardi Legowo (Dirut Bank Jatim).

Pada serial diskusi terkait Geopolitik dan gerakan Islam kontemporer, intelektual sekaligus ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla, Wamenlu Anis Matta, pakar geopolitik Bosman Mardigu dan M Khusna Amal (Wakil Rektor UIN Khas Jember), diproyeksikan untuk mempresentasikan terkait tema ini.

Terakhir, diskusi reaktualisasi Nahdlatut Tujjar. Dirjen Ekosistem Ekonomi Haji dan Umroh, Jaenal Effendi, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) M Nur Hayid), mantab Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Saifullah Maksum (Komisaris PLN Icon Plus).

Menurut Sholeh, pria yang pernah berkonflik tajam dengan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf itu, seri diskusi terkait gerakan Islam dan Nahdlatut tujjar digelar di gedung Pascasarjana Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang.

Sedang agenda terakhir bedah buku: “Dari pergerakan Menuju Kepemimpinan: Jejak Langkah Alumni PMII di Panggung Politik, Akademik dan Kemasyarakatan”. Agenda ini dijadwalkan pada Jumat tanggal 28 Agustus pukul 19.30 di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, Denanyar, Jombang.

Bedah buku diawali dengan sejumlah sambutan: Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan pidato Ketua Umum PB IKA PMII, Farhan Subchi.

Sejumlah narasumber sekaligus kontributor buku tersebut adalah: Juri Ardiantoro Firdaus (Mensesneg), Asrorun Ni’am, Ketua Bidang Fatwa MUI, Afifudin (Ketua KPU RI), Idy Muzayad (Komisioner BAZNAS RI) dan Musahadi (Rektor UIN Walisongo, Semarang).

Penulis : Red

Editor : Red

Berita Terkait

Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes
Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan
Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan
Triwulan III 2026, Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba
Tol Prosiwangi Gending–Paiton Dibuka Gratis Mulai 30 September, Berlaku 14 Hari
Buruh KASBI Demo di DPRD Jatim, Desak UU Perlindungan Ketenagakerjaan Segera Disahkan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan

Berita Terbaru