Azis Syamsuddin Meminta Pemerintah Menghimbau Masyarakat Kalimantan Agar Tidak Mengekstraksi Sumber Daya Alam

Jumat, 29 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPR RI, M. Azis Syamsuddin

Wakil Ketua DPR RI, M. Azis Syamsuddin

JAKARTA, detikkota.com – Dikatakan Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR RI, keberhasilan Indonesia dan salah satunya adalah Kalimantan sebagai paru-paru dunia telah memberikan manfaat nilai ekonomi karbon (NEK) (berupa kompensasi negara industri sebagai penghasil karbon kepada pemilik hutan/penyerap karbon) berupa kucuran kredit untuk periode 2016-2017 dari Pemerintah Norwegia kepada Indonesia berdasarkan Perjanjian Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) pada 2010 antara Indonesia dan Norwegia tentang perlindungan lingkungan untuk menekan emisi gas karbon (GRK) akibat dari deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia serta ikutnya Indonesia dalam Pakta Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim) pada 22 April 2016 di New York, Amerika Serikat.

Namun melihat bencana yang terjadi berupa kebakaran hutan dan banjir besar di Kalimantan Selatan sebagai salah satu dampak dari adanya perubahan dramatis dari wilayah hutan Kalimantan, “Maka Pemerintah perlu mencarikan solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk memperbaiki kondisi wilayah di Kalimantan yang rusak, seperti menutup bekas galian tambang, mereboisasi hutan yang gundul, memperbaiki kondisi lahan-lahan gambut, dan mempertimbangkan kembali pembukaan lahan hutan untuk pemukiman, agar wilayah Kalimantan dapat dipertahankan sebagai paru-paru dunia yang sangat penting dalam perubahan iklim dunia,” tutur Azis Syamsuddin, Jumat (29/1/2021).

Dalam mengantisipasi adanya perubahan iklim yang ekstrem dan daerah-daerah yang rawan bencana, Azis Syamsuddin mengingatkan Pemerintah bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) juga perlu mengindentifikasi wilayah-wilayah di Kalimantan yang rawan terjadi bencana, khususnya ketika terjadi cuaca perubahan iklim yang ekstrem, sehingga antisipasi dini dapat dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pentingnya konservasi lahan dan hutan bagi pembangunan berkelanjutan ke depannya meminta, Pemerintah menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kalimantan agar tidak mengekstraksi sumber daya alam yang dapat menyebabkan sumber daya alam melebihi daya dukung dan daya tampungnya,” pintanya. (AS/pr)

Berita Terkait

R. Mochamad Daud Rizky F Dipercaya Pimpin Aryaniaga 74, Dorong Kolaborasi Bisnis dan Penguatan Ekonomi Alumni P2NK 74
Video Cekcok Viral, Pasien Meninggal: Roni Tagih Klarifikasi Manajemen BHC Sumenep
Temui Jaksa Agung, Kapolri Suyudi Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
CLC Singapura Tertarik Pelajari Pengelolaan Air, Sampah, dan RTH Surabaya
APBD Sumenep 2027 Diproyeksikan Defisit Rp96 Miliar, DPRD Bahas Nota Keuangan
Karhutla Tanjung Puting Capai 513 Hektare, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan Rp2 Miliar
Empat Posisi Strategis Polri Berganti, Siapa Saja Pejabat Barunya?
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Khofifah Perkuat Peran Gerbang Baru Nusantara

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:45 WIB

R. Mochamad Daud Rizky F Dipercaya Pimpin Aryaniaga 74, Dorong Kolaborasi Bisnis dan Penguatan Ekonomi Alumni P2NK 74

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Video Cekcok Viral, Pasien Meninggal: Roni Tagih Klarifikasi Manajemen BHC Sumenep

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Temui Jaksa Agung, Kapolri Suyudi Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:38 WIB

CLC Singapura Tertarik Pelajari Pengelolaan Air, Sampah, dan RTH Surabaya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:46 WIB

APBD Sumenep 2027 Diproyeksikan Defisit Rp96 Miliar, DPRD Bahas Nota Keuangan

Berita Terbaru