Arisya Dinda Nurmala Putri, Sosok Perempuan Pejuang Demokrasi Masa Kini

Selasa, 13 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arisya Dinda Nurmala Putri

Arisya Dinda Nurmala Putri

SUMENEP, detikkota.com – Gelombang demonstrasi tolak Undang-Undang Cipat Kerja di Kabupaten Sumenep terus meningkat eskalasinya, tak terkecuali sejumlah aktivis perempuan yang berani bersuara lantang menempuh jalan terjal, menyuarakan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

Sejak gelombang perjuangan penolakan UU Cipta Kerja, ada satu aktivis perempuan orator aksi yang selalu menjadi perhatian sejumlah orang, karena orasinya yang lantang dan lugas dalam menyampaikan aspirasi penolakan terhadap UU Cipta Kerja yang disahkan DPR RI.

Perempuan itu bernama Arisya Dinda Nurmala Putri. Mahasiswi yang masih duduk dibangku kuliah disalah satu kampus swasta di Kabupaten Sumenep ini menyampaikan bahwa penting bagi perempuan untuk terlibat langsung dalam penolakan UU Cipta Kerja, yang juga berdampak terhadap perempuan utamanya para pekerja perempuan. Dirinya juga mengaku keterlibatannya merupakan bentuk nyata pentingnya peran perempuan dalam gerak sejarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keterlibatan saya dalam aksi menolak UU Cipta Kerja ini berdasarkan atas keyakinan politik saya bahawa UU Cipta Kerja ini sama sekali tidak mengakomodir kepentingan rakyat,” ujar Dinda salah satu Aktivis Perempuan di Sumenep ini.

Disinggung terkait beredarnya beberapa foto dirinya dengan caption yang seolah-olah mendiskriditkan nya, Dinda mengatakan hal itu merupakan bentuk persekusi baginya untuk mematahkan semangat dan keberaniannya didalam mengarungi jalan terjal perubahan, untuk mengembalikan hak-hak demokratis publik, yang semakin terancam dengan diterbitkan nya UU Cipta Kerja ini.

Lanjut Dinda bentuk persekusi itu sengaja digaungkan untuk menyasar masyarakat yang masih dalam situasi budaya patriarki. Memang menurutnya tidak mudah menjadi perempuan demonstran ditengah kultur masyarakat patriariki, tentu akan menghadapi jalan yang cukup terjal.

Namun dirinya mengaku itu tidak menyulutkan keberaniannya untuk tetap terlibat dalam setiap gerak perubahan dalam sejarah, menuntut kesetaraan gender utamanya hak-hak perempuan dalam ruang sosial politik, ekonomi dan kebudayaan.

“Itu merupakan bentuk persekusi, untuk memukul mundur gerakan rakyat, dengan segala cara, utamanya perempuan dalam penolakan UU Cipta Kerja. Memang tidaklah mudah disituasi masyarakat patriarki menjadi seorang demonstran perempuan, akan tetapi saya tidak gentar untuk terus berjuang dalam jalan terjal ini,” tegasnya.

Perempuan yang terinspirasi dari salah seorang tokoh perempuan dunia yang menyerukan pembebasan perempuan lewat kelas pekerja dan salah satu yang menginisiasi lahirnya hari perempuan internasional Clara Zetkin ini, menyampaikan dalam situasi penindasan yang semakin nyata tidak ada pilihan lain bagi kaum perempuan selain terlibat aktif dalam perjuangan rakyat tertindas disemua pelosok negeri. Terutama yang terdekat menyuarakan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

“Perempuan ada dan selalu berlipat ganda untuk terlibat dalam perjuangan, menolak UU Cipta Kerja,” tandasnya

Untuk itu dia mengajak kepada seluruh perempuan, agar terlibat aktif dalam perjuangan menolak UU Cipta Kerja mulai dari Mahasiswi, Emak-emak, dan perempuan muda pekerja, untuk bangkit melawan penindasan.

Selain itu dia meminta kepada semua masyarakat secara luas utamanya laki-laki untuk mendukung gerakan perempuan dalam menuntut kesetaraan, dan mengutuk keras segala bentuk diskriminasi perempuan dalan ruang sosial politik, ekonomi, dan kebudayaan.

“Saya mengajak kepada semua elemen perempuan, dan sektor-sektor lain untuk terlibat aktif dalam perjuangan perempuan dan bangkit melawan segala bentuk penindasan dan persekusi,” tutupnya. (Md)

Berita Terkait

Bupati Sumenep Ajak Berbagai Pihak Perluas Kolaborasi untuk Pemberdayaan Santri
Bupati Sumenep Dorong Santri Kembangkan Jiwa Wirausaha dan Kreativitas
Ditlantas Polda Jatim Dorong Target Zero ODOL 2027 melalui Edukasi dan Kolaborasi
Kasdim Sumenep Bacakan Amanat Panglima TNI dalam Upacara 17-an
R. Mochamad Daud Rizky F Dipercaya Pimpin Aryaniaga 74, Dorong Kolaborasi Bisnis dan Penguatan Ekonomi Alumni P2NK 74
Video Cekcok Viral, Pasien Meninggal: Roni Tagih Klarifikasi Manajemen BHC Sumenep
CLC Singapura Tertarik Pelajari Pengelolaan Air, Sampah, dan RTH Surabaya
APBD Sumenep 2027 Diproyeksikan Defisit Rp96 Miliar, DPRD Bahas Nota Keuangan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Bupati Sumenep Ajak Berbagai Pihak Perluas Kolaborasi untuk Pemberdayaan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Bupati Sumenep Dorong Santri Kembangkan Jiwa Wirausaha dan Kreativitas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Ditlantas Polda Jatim Dorong Target Zero ODOL 2027 melalui Edukasi dan Kolaborasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kasdim Sumenep Bacakan Amanat Panglima TNI dalam Upacara 17-an

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:45 WIB

R. Mochamad Daud Rizky F Dipercaya Pimpin Aryaniaga 74, Dorong Kolaborasi Bisnis dan Penguatan Ekonomi Alumni P2NK 74

Berita Terbaru