Kejari Sumenep Kembali Selesaikan Kasus Penganiayaan Lewat Restorative Justice

Senin, 21 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku penganiayaan, Moh. Anwar didampingi Kasi Pidum Kejari Sumenep, Hanis Aristya Hermawan saat proses Restorative Justice.

Pelaku penganiayaan, Moh. Anwar didampingi Kasi Pidum Kejari Sumenep, Hanis Aristya Hermawan saat proses Restorative Justice.

SUMENEP, detikkota.com – Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Hanis Aristya Hermawan menyampaikan, bahwa permohonan restorative justice atas kasus tindak pidana penganiayaan yang dilakukan Moh. Anwar (32), warga Kecamatan Arjasa telah dikabulkan oleh Jampidum Kejagung RI.

Menurutnya, dikabulkannya permohonan penghentian kasus itu harus menjadikan pelajaran penting bagi tersangka untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum serupa atau lainnya dikemudian hari.

“Ingat ya, ini adalah kesempatan Saudara yang perkaranya diselesaikan melalui pengampunan hukum atau restorative justice. Dan jangan sekali-kali mengulangi perbuatan melawan hukum,” ucap Kasi Pidum kepada Anwar, Senin (21/8/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hanis menyatakan, jika suatu hari pelaku kembali melakukan hal yang sama atau tindak perbuatan pidana lainnya, maka dipastikan tidak akan ada lagi pengampunan hukum atau restorative justice.

“Jaksa tidak akan lagi bisa mengajukan restorative justive, jika dikemudian hari saudara Moh. Anwar kembali melakukan perbuatan melanggar hukum. Kejagung pastinya tidak akan lagi menerima atau memberikan pengampunan,” terangnya.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sumenep, Slamet Pujiono menekankan bahwa akan ada konseksuensi berat jika kembali melakukan tindakan melawan hukum.

“Saya pastikan Saudara akan tetap meringkuk di penjara. Sebab pengampunan hukum tidak akan dikabulkan lagi” tagasnya.

Sebelum melakukan tindakan melanggar hukum harus difikirkan terlebih dahulu, agar tidak menyesal dikemudian hari.

“Hari ini Anda masih beruntung karena korbannya masih mau memaafkan, sehingga kami lakukan rembuk atau musyawarah bersama, termasuk dengan tokoh masyarakat maupun korban,” tandasnya.

Sementara pelaku, Moh. Anwar mengaku menyesali perbuatannya. Dia berjanji tidak akan mengulanginya lagi dikemudian hari.

“Kepada Bapak Jaksa Kejari Sumenep, saya haturkan banyak terima kasih, atas saran dan masukan serta nasehatnya selama saya menjalani perkara ini,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih
FWJI Kabupaten Bekasi Tempuh Jalur Hukum, RSP alias Ros Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Guru ASN Sumenep Masuk DPO, Kepala Madrasah Akui Sudah Panggil dan Datangi Rumahnya
Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Guluk-Guluk
Guru PNS di Sumenep Masuk DPO Kasus Dugaan Penggelapan, Pengawal Kasus: Guru Harus Jadi Teladan
Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu Jaringan Sampang, Tiga Tersangka Diamankan
Kasus Curanmor di Lenteng Terungkap, Polisi Amankan Pria Berinisial AM
Mahfud MD Nilai Penangkapan Eks Kepala BGN Tepat, Soroti Tata Kelola Program MBG

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:52 WIB

FWJI Kabupaten Bekasi Tempuh Jalur Hukum, RSP alias Ros Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 03:51 WIB

Guru ASN Sumenep Masuk DPO, Kepala Madrasah Akui Sudah Panggil dan Datangi Rumahnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:48 WIB

Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Guluk-Guluk

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:41 WIB

Guru PNS di Sumenep Masuk DPO Kasus Dugaan Penggelapan, Pengawal Kasus: Guru Harus Jadi Teladan

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB