Mayoritas Proyek Belum Masuk LPSE, Komisi III Khawatir Realisasinya  Molor

Rabu, 2 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Dulsiam.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Dulsiam.

SUMENEP, detikkota.com – Memasuki triwulan ketiga tahun 2023, tidak semua program fisik Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur masuk lelang di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).

Dari 130 paket proyek, hanya 60 proyek masuk lelang tahun ini. Sedangkan sisanya, sekitar 70 paket proyek belum masuk lelang. Dikhawatirkan, proyek yang sudah terprogram tahun ini tidak bisa terlaksana tahun ini.

Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Sumenep, Mustangin mengatakan, pada dasarnya semua proyek harus rampung menjelang perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini. Sebab, apabila tidak segera terploting maka berpotensi ditolak karena ketentuan waktu lelang akhir tahun terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebenarnya pengajuan paket proyek ini tanggung jawab dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Termasuk, kapan harus masuk lelang dan kapan pengerjaannya. Tapi, kalau tidak segera mengajukan lelang cukup berpotensi proyek tidak bisa dikerjakan tahun ini. Terutama, paket proyek dengan nominal besar,” jelas Mustangin, Selasa (1/8/2023).

Menurutnya, apabila berkaca pada tahun sebelumnya, menjelang pembahasan PAK sudah ada ratusan paket proyek masuk lelang. Berbeda dengan tahun ini, justru mayoritas paket proyek belum masuk ke LPSE. Sedangkan 60 paket proyek yang sudah masuk lelang dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) dan beberapa OPD lainnya.

“Seharusnya bulan Maret hingga Juli setiap OPD sudah merampungkan pengajuan paket proyek yang harus lelang. Akibat molornya pengajuan paket proyek tahun ini cukup berpotensi pekerjaan tidak selesai sesuai dengan target. Terutama, paket proyek pembangunan gedung dan jalan,” tuturnya.

Sementara Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Dulsiam memprediksi, mayoritas paket proyek tahun ini realisasinya molor atau tidak sesuai dengan target penyelesaian pekerjaan. Seharusnya, akhir bulan Juli sudah banyak paket proyek masuk lelang di LPSE.

“Paling lambat saat ini sudah rampung, utamanya semua proyek dengan pagu di atas Rp 200 juta. Faktanya, saat ini masih sedikit, ini tentu menjadi evaluasi kami,” tandasnya.

Berita Terkait

Berencana Itu Keren! DPPKB Purwakarta Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Lewat Program SILIKON Bangga Kencana
Wabup Bangkalan Dorong Inovasi Perpustakaan untuk Dongkrak Minat Baca
Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN
Bupati Bangkalan Ikuti KPPD Lemhannas, Perkuat Kapasitas Kepemimpinan
BPPKAD Probolinggo-KPKNL Jember Perkuat Sinergi, Pengajuan BPHTB Lelang Bakal Lebih Mudah
Forpensi Dibentuk, Pemkab Sumenep Perkuat Kolaborasi Program Imunisasi
Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan
DPRD Sumenep Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Turun Rp175,16 Miliar

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 17:13 WIB

Berencana Itu Keren! DPPKB Purwakarta Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Lewat Program SILIKON Bangga Kencana

Rabu, 16 September 2026 - 12:23 WIB

Wabup Bangkalan Dorong Inovasi Perpustakaan untuk Dongkrak Minat Baca

Sabtu, 5 September 2026 - 16:47 WIB

Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN

Sabtu, 5 September 2026 - 16:38 WIB

Bupati Bangkalan Ikuti KPPD Lemhannas, Perkuat Kapasitas Kepemimpinan

Kamis, 3 September 2026 - 09:18 WIB

BPPKAD Probolinggo-KPKNL Jember Perkuat Sinergi, Pengajuan BPHTB Lelang Bakal Lebih Mudah

Berita Terbaru