Pengunjung Asta Tinggi Sumenep Menurun di Awal Minggu Pertama Ramadan

Minggu, 26 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Jumlah pengunjung Asta Tinggi, kompleks pemakaman para raja Sumenep, menurun di awal pekan pertama Ramadan 1444 H. Pamandangan itu berbeda dengan beberapa hari menjelang bulan puasa, yang dipadati peziarah.

Pantauan di lokasi, beberapa orang terlihat memasuki areal Asta Tinggi. Namun, jumlahnya tidak begitu banyak. Disinyalir, pengunjung yang datang berasal dari sekitar Sumenep. Meski ada sebagian kecil datang dari luar daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan mengatakan, bahwa pengunjung Asta Tinggi sejak hari pertama Ramadan memang mengalami sedikit penurunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun sejak kemarin, hari ketiga Ramadan, pengunjung kembali berangsur naik. Meski jumlahnya tidak seperti beberapa hari sebelum bulan puasa”, jelasnya, Minggu (26/3/2023).

Menjelang Ramadan, lanjutnya, jika dalam 1 hari, biasanya jumlah pengunjung Asta Tinggi berkisar 1.000 orang. Namun hari-hari menjelang Ramadhan, jumlah pengunjung naik menjadi 2.000 orang per hari.

“Jumlah pengunjung ke Asta Tinggi ini memang selalu meningkat setiap tahun, saat menjelang Ramadan. Bisa jadi karena ini menjadi semacam tradisi menyambut datangnya bulan suci dengan ziarah,” jelasnya.

Menurutnya, para pengunjung Asta Tinggi sebagian besar dari luar Madura. Mereka berziarah, mengirimkan doa, sekaligus berwisata religi di Kabupaten Sumenep.

“Di Sumenep peziarah tidak hanya ke Asta Tinggi. Mereka juga ke Asta Sayyid Yusuf di Kecamatan Talango, ke Asta Ghumu’ di Kecamatan Kalianget, dan Masjid Jamik di Kecamatan Kota Sumenep,” imbuhnya.

Meningkatnya jumlah pengunjung ke objek-objek wisata religi ini sangat dirasakan sejak Presiden RI, Joko Widodo resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkait Covid-19.

“Jumlah pengunjung wisata religi ke Sumenep tahun 2022 sekitar 1.037.000 orang. Tahun ini, kami optimis akan lebih banyak karena PPKM sudah dicabut,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Khofifah Perkuat Peran Gerbang Baru Nusantara
Polres Mojokerto Sediakan Shelter Gratis untuk Ojol, Kurir hingga Taksi Online
Bupati Sumenep Dorong Penguatan Spiritual ASN Lewat Gerakan Baca 111.111 Kali Surah Al-Waqi’ah
Lantik 129 Kepala Sekolah, Wabup Sumenep Tekankan Mutu Pendidikan dan Penguasaan Teknologi
Tedi Ronal Slamet Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPD MIOI Purwakarta Periode 2026-2030
Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes
Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Khofifah Perkuat Peran Gerbang Baru Nusantara

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Polres Mojokerto Sediakan Shelter Gratis untuk Ojol, Kurir hingga Taksi Online

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Bupati Sumenep Dorong Penguatan Spiritual ASN Lewat Gerakan Baca 111.111 Kali Surah Al-Waqi’ah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Tedi Ronal Slamet Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPD MIOI Purwakarta Periode 2026-2030

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes

Berita Terbaru