Seorang Warga Meninggal Akibat Tertimpa Pohon Saat Terjadi Angin Puting Beliung 

Jumat, 25 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Intensitas hujan lebat yang di sertai datangnya angin puting beliung di kawasan perhutani berakibat meninggalnya salah seorang warga Dusun Purworejo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, pada Jumat (25/2/2022) sekira jam 13.00 Wib.

Korban meninggal di ketahui bernama Asharik (62) warga Dusun Purworejo RT 04 RW 04 yang sedang melakukan rutinitasnya sebagai Penderes getah Pinus wilayah RPH Sidomulyo, Bagian Kesatuan Pengelola Hutan (BKPH) Setail.

Dari keterangan para warga yang ikut serta mengevakuasi jenazah Asharik di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah dalam kondisi yang sangat memperhatinkan dengan mengalami luka di bagian kepala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zainuri mengatakan, saat sesudah di evakuasi oleh warga, kondisi jenazah dalam posisi sudah meninggal di tempat sebuah pondok kecil yang kemungkinan untuk berteduh dari hujan dengan posisi tertelungkup dan tertindih pohon Pinus.

“Tidak hanya warga kok mas, bahkan saat evakuasi jenazah, Pak asper dan mandor juga ikut serta,” kata Zainuri.

Selang beberapa menit kemudian pihak Polsek Sempu bersama beberapa anggota mendatangi rumah jenazah guna memastikan bahwa korban memang meninggal akibat musibah alam dengan mendatangkan pihak medis dari Puskesmas Telogosari.

“Disaksikan oleh keluarga dan Polsek Sempu, hasil pemeriksaan yang di lakukan medis tidak di temukan tindak kekerasaan lain, dan murni akibat musibah, seperti yang telah disampaikan warga saat di evakuasi dari tempat semula pada saat tertimpa pohon Pinus,” papar kades Jambewangi Maskur.

Selain itu pihak keluarga menyatakan ihklas menerima kejadian yang menimpa almarhum.

“Pihak keluarga tadi juga menolak untuk di lakukanya otopsi terhadap jenazah korban dan menerima dengan ihklas,” ungkap Maskur.

Sementara pihak perhutani Sunardi selaku Asper BKPH Setail, membenarkan atas musibah yang menimpa Asharik.

“Tadi juga saya ikut serta bersama warga lainnya saat di lakuka evakuasi jenazah almarhum Asharik. Maka saya akan berusaha sebaik mungkin memberikan haknya, dan saat ini saya telah berkordinasi dengan atasan,” kata Nardi.

Ungkapan bela sungkawa duka cita juga di sampaikan Asper. “Semuanya sudah kehendak Tuhan, atas nama pribadi dan juga pihak perum perhutani kami sampaikan ikut berduka cita dan semoga amal ibadah almarhum di terima Allah serta di berikan ketabahan bagi keluarga yang di tinggalkan,” pungkasnya. (her)

Berita Terkait

Tedi Ronal Slamet Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPD MIOI Purwakarta Periode 2026-2030
Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes
Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu
Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Kejadian
Ledakan Ruko di Pakuwon City Surabaya, Polisi Selidiki Dugaan Kebocoran Tabung Elpiji
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan
Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Tedi Ronal Slamet Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPD MIOI Purwakarta Periode 2026-2030

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Ledakan Ruko di Pakuwon City Surabaya, Polisi Selidiki Dugaan Kebocoran Tabung Elpiji

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk

Berita Terbaru