Status KLB Campak di Sumenep Masih Menunggu Keputusan Resmi Kemenkes

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri.

SUMENEP, detikkota.com – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep menyampaikan bahwa status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di daerah tersebut belum dicabut karena masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hingga awal pekan ini, rekomendasi dari pemerintah pusat belum diterima meskipun proses evaluasi telah dilakukan.

“Kami masih menunggu rekomendasi dari Kemenkes. Perkiraannya dalam minggu ini, tetapi sampai sekarang kami belum mendapatkan informasinya,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, Selasa (25/11/2025).

Syamsuri menjelaskan bahwa pada pekan lalu, pihaknya mengikuti rapat koordinasi bersama Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Rapat tersebut membahas evaluasi data penanganan KLB campak yang telah dikirimkan Kabupaten Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tim dari Kemenkes hadir selama dua hari untuk melakukan verifikasi langsung. Pada hari pertama, evaluasi laporan daerah dilakukan secara menyeluruh. Hari kedua, tim pusat turun ke lapangan untuk meninjau langsung pelaksanaan penanganan KLB di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Puskesmas Kalianget, yang memiliki jumlah kasus campak terbanyak di Sumenep dan cakupan Outbreak Response Immunization (ORI) lebih dari 95 persen,” ujarnya.

Seluruh dokumentasi dan catatan penanganan campak di puskesmas tersebut menjadi bagian penting dalam penilaian untuk menentukan kelayakan pencabutan status KLB.

Selama status KLB belum dicabut, Dinkes P2KB Sumenep memastikan bahwa pemantauan medis terus berjalan ketat. Setiap hari, laporan dikumpulkan dari 30 puskesmas dan rumah sakit rujukan sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan.

“Kami tetap memantau seluruh puskesmas dan rumah sakit. Semua masih masuk pantauan sampai nanti status KLB benar-benar dicabut,” tegas Syamsuri.

Penulis : Red

Editor : Red

Berita Terkait

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Gelar Penyuluhan Kesehatan Gratis untuk Kaum Difabel
RS BHC Run 2026 di Sumenep Berlangsung Meriah, Ribuan Peserta Ikut Ambil Bagian
Tingkatkan Mutu Layanan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Fokus Inovasi dan SDM
Dinkes Banyuwangi Terima 60 Ribu Sachet Susu Pendamping Pasien TBC dari Kemenkes
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Catat Kepuasan Publik Tertinggi, Raih Nilai 90,20 Persen
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Hadirkan Layanan Spesialis Urologi, Permudah Akses Kesehatan Warga
Kasus Suspek Chikungunya Muncul di Sejumlah Wilayah Pamekasan, Dinkes Minta Warga Waspada
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 14:46 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Gelar Penyuluhan Kesehatan Gratis untuk Kaum Difabel

Minggu, 8 Februari 2026 - 13:13 WIB

RS BHC Run 2026 di Sumenep Berlangsung Meriah, Ribuan Peserta Ikut Ambil Bagian

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:17 WIB

Tingkatkan Mutu Layanan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Fokus Inovasi dan SDM

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:58 WIB

Dinkes Banyuwangi Terima 60 Ribu Sachet Susu Pendamping Pasien TBC dari Kemenkes

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:51 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Catat Kepuasan Publik Tertinggi, Raih Nilai 90,20 Persen

Berita Terbaru

Pj Sekda Sumenep bersama jajaran Dinsos P3A dan peserta saat kegiatan Penguatan Tim Gugus Tugas KLA di Graha Arya Wiraraja, Selasa (24/2/2026).

Pemerintahan

Dinsos P3A Sumenep Perkuat Gugus Tugas untuk Capai KLA 2026

Selasa, 24 Feb 2026 - 21:37 WIB