Tim Monitoring PD Sumekar Sidak Ke Gudang Pastikan Beras ASN Berkualitas Medium

Jumat, 1 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Tim Monitoring PD Sumekar melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke gudang Supplier untuk memastikan persediaan beras dan kualitas serta harga pengadaan Beras ASN.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya beras jelek atau berkutu. Pasalnya, sebelumnya santer diberitakan sejumlah media terkait beras ASN PD Sumekar yang dikeluhkan banyak pihak lantaran kualitas yang datang tidak sesuai amanah yang tertuang dalam Perbup yang ada.

Sehingga Tim Monitoring besutan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep (Sekdakab) Sumenep, akhirnya berinisiatif untuk melakukan pengecekan kualitas beras ASN yang dimiliki para supplier di gudang masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim Monitoring Pengawasan Kualitas dan Harga Beras ASN PD Sumekar, Moh. Masuni mengatakan, jajaran tim monitoring ini berkomitmen untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras milik para Supplier dalam kondisi baik.

Untuk itu, pengawasan dan pengendalian kualitas dan kuantitas jumlah beras Bulog akan terus dipantau melalui manajemen kontrol kualitas.

“Hari ini kami (Tim Monitoring red) sengaja turun ke gudang maupun sellep para supplier, untuk memastikan ketersedian serta kualitas beras yang mereka miliki. Karena kami tidak ingin peristiwa yang sudah terjadi, terulang pada pengiriman beras ASN selanjutnya,” katanya disela-sela melakukan pengecekan di Gudang UD Bhakti, Kamis (30/06/2022) kemarin.

Selain itu, pihaknya juga mengambil sampel beras dari masing-masing supplier untuk dibawa ke laboratorium (lab) agar kualitas beras yang akan dikirim ke ASN, benar-benar sesuai dengan Perbup minimal beras yang akan di distribusikan itu berkualitas Medium.

“Jadi tidak ada alasan bagi para supplier nantinya untuk memenuhi kualitas beras sebagaimana yang di perbupkan. Dan bagi mereka yang curang, kami putus kontrak saja. Karena kami tidak ingin programnya pak Bupati ini kembali dibuat main-main,” tegas Masuni.

Disinggung soal stok beras, Masuni menyatakan adanya banyak temuan. Seperti stok berasnya sedikit, serta adanya gudang yang diduga hanya dijadikan syarat formalitas saat tim monitoring turun.

“Kalau temuan sebenarnya banyak, cuma tidak perlu kami sebutkan semuanya. Nanti dari tim yang akan menentukan layak dan tidaknya supplier tersebut menjadi partner kami dalam program beras ASN PD Sumekar, karena program Bupati ini benar-benar harus dirasakan oleh para petani,” jelasnya.

Untuk Diketahui, program penyediaan beras untuk Apartur Sipil Negara (ASN) pengadaannya melalui PD Sumekar yang gabahnya diambil dari petani, sebagai salah satu upaya pemberdayaan kepada petani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para petani.

Program beras untuk ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 64 Tahun 2021 tentang Penyediaan Beras Bagi ASN.

Sementara di lapangan, tim monitoring bersama rombongan, melakukan pengecekan ke gudang 4 supplier yang selama ini menjadi mitra kerja PD Sumekar Sumenep dalam program mulya Bupati Fauzi, yakni pengadaan beras ASN dilingkungan Pemkab Sumenep.

Berikut Nama nama UD penyuplai beras yang dibagikan ke ASN dalam program Bupati tersebut, yakni UD Bhakti milik Fajar Gapura, UD Harapan Jaya milik H. Risnawi, UD Rizki Jaya milik Ardi Marengan, serta UD Beras Saya 552 milik Effendi Parsanga. (Red)

Berita Terkait

KNPI Sumenep dan Kapolresta Bahas Galian C hingga Rokok Ilegal
HUT PMI ke-81, PMR SMKN 1 Kalianget Gelar Donor Darah dan Kumpulkan 26 Kantong
IAWP 2026 Bahas Perdagangan Orang, Polwan Indonesia Perkuat Jejaring Internasional
Berencana Itu Keren! DPPKB Purwakarta Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Lewat Program SILIKON Bangga Kencana
UCI Apresiasi BIG Downhill Banyuwangi, Kualitas Lintasan Gantasan Bike Park Jadi Sorotan
Buruan Polisi, DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Akhirnya Diamankan
Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri Sebut Sebuah Kehormatan
Soekarno Run Banyuwangi Diikuti 4.900 Peserta, Tahun Depan Ditargetkan Bertaraf Internasional

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:21 WIB

KNPI Sumenep dan Kapolresta Bahas Galian C hingga Rokok Ilegal

Selasa, 22 September 2026 - 12:56 WIB

HUT PMI ke-81, PMR SMKN 1 Kalianget Gelar Donor Darah dan Kumpulkan 26 Kantong

Selasa, 22 September 2026 - 12:02 WIB

IAWP 2026 Bahas Perdagangan Orang, Polwan Indonesia Perkuat Jejaring Internasional

Senin, 21 September 2026 - 13:25 WIB

UCI Apresiasi BIG Downhill Banyuwangi, Kualitas Lintasan Gantasan Bike Park Jadi Sorotan

Senin, 21 September 2026 - 08:03 WIB

Buruan Polisi, DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Akhirnya Diamankan

Berita Terbaru