Diduga Cabuli Santriwati Ponpes Yatim Piatu, Seorang Paranormal Diamankan

Rabu, 19 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO, detikkota.com – Dugaan aksi pencabulan kembali terjadi di Sidoarjo. Kali ini menyasar anak di bawah umur salah satu santriwati sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) Yatim Piatu di Tulangan, Sidoarjo.

Sebut saja nama korban adalah Mawar, (13 tahun). Mawar diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pria bernama Sg, (55 tahun).

Dia merupakan warga desa Grinting, Tulangan. Sg juga dikenal warga sekitar sebagai paranormal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari informasi yang didapat, tingkah laku bejat pria itu terjadi di dalam rumahnya. Sekira pada akhir bulan Oktober 2021 lalu. Pada saat itu, korban belum berani mengungkapkan kejadian kepada siapapun.

Hingga akhirnya, pada awal bulan Januari 2022, korban memberanikan diri untuk menceritakan kisah pilunya ini pada pengasuh pondoknya.

Mendengar itu, sejumlah pengurus geram. Hingga akhirnya pihak Ponpes melaporkan kejadian ini pada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Sidoarjo.

“Pelaku dalam proses pemeriksaan lebih lanjut, laporan awal bulan Januari mas, kalau untuk kejadiaannya masih dalam pemeriksaan ya,” ucap Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo Ipda Tri Novi Handono saat dikonfirmasi, Rabu (19/1/2022).

Sebelumnya, Sg juga dikabarkan sempat melakukan mediasi dengan pihak Ponpes untuk menempuh jalur kekeluargaan, namun pihak Ponpes menolak.

Dari video yang didapat awak media terlihat sejumlah warga yang didominasi emak-emak mendatangi rumah pelaku.

Penyebab aksi itu menyoal tidak kunjungnya pelaku diproses oleh pihak terkait. Sehingga, amarah warga Desa Kepuh Kemiri, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo memuncak.

Pelaku juga dikenal warga sebagai tokoh agama. Namun, akhlaknya tak patut dicontoh.

Dalam video tersebut, juga nampak pelaku dijemput polisi keluar dari rumahnya. Dia diamankan petugas kepolisian untuk diperiksa lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Redho)

Berita Terkait

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani
Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:32 WIB

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:13 WIB

Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mewakili Sekda Bangkalan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah VI RAPI Wilayah 1301 Bangkalan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Minggu (11/1/2026).

Pemerintahan

Pemkab Bangkalan Perkuat Sinergi Informasi melalui Muswil VI RAPI

Minggu, 11 Jan 2026 - 11:30 WIB