Kelangkaan Dan Mahalnya Harga Minyak Goreng Mulai Dikeluhkan Para Ibu Rumah Tangga

Kamis, 17 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Warga masyarakat glemore khusus para ibu rumah tangga mulai mengeluh akibat mahalnya harga minyak goreng dan juga sulitnya membeli minyak goreng baik di pasar tradisional maupun di toko

Seperti yang di alami Bu Uul (40) warga Kecamatan glenmore selain ibu rumah tangga ia juga memiliki warung,untuk membeli minyak goreng iya sangat kebingungan dengan kelangkaan,profesi yang dia geluti selain ibu rumah tangga dan penjual gorengan minyak goreng adalah kebutuhan pokok yang harus ada setiap hari

” Gimana kalau sampai hari raya idul fitri ini harga minyak goreng semakin mahal dan sulit mas,kalau magal sih kami terap berusaha untuk membeli namun yang kami takutkan kalau sampai minyak goreng ini tidak ada ,dari harga semula minyak goreng Rp 12.000,kini menjadi Rp.28.000 per liter (kemasan) ” ucapnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tempat lain ibu rumah tangga yang bernama ibu Nur warga kecamatan Genteng juga mengeluhkan kelangkaan dan mahalnya minyak goreng.

Bagaimana lagi meskipun mahal mau tidak mau tetap kita beli karena itu merupakan kebutuhan rumah tangga.”Ucapnya Bu Nur.” kamis (16/3/2022)

” ya.kami sebagai masyarakat kecil hanya bisa berharap semoga kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng ini, pemerintah segera mengatasinya sehingga bisa kembali harganya normal kembali, karena sangat kasihan peda para penjual gorengan ataupun warung yang tiap harinya membutuhkan minyak goreng.” Pungkasnya”( Noo )

Berita Terkait

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep Terima Kunjungan FKMSA Universitas Wiraraja
Haji Rudi Tegaskan Isu Pemotongan Anggaran Koperasi Desa Merah Putih di Sumenep Tidak Benar
Dandim 0827/Sumenep Pimpin Tradisi Pelepasan Personel Purnatugas
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:37 WIB

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep Terima Kunjungan FKMSA Universitas Wiraraja

Selasa, 13 Januari 2026 - 00:38 WIB

Haji Rudi Tegaskan Isu Pemotongan Anggaran Koperasi Desa Merah Putih di Sumenep Tidak Benar

Senin, 12 Januari 2026 - 11:47 WIB

Dandim 0827/Sumenep Pimpin Tradisi Pelepasan Personel Purnatugas

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melantik dan mengambil sumpah pejabat hasil mutasi dan promosi ASN di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (14/1/2026).

Pemerintahan

Penataan Birokrasi, Pemkab Sumenep Rotasi Pejabat Eselon II dan IV

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:45 WIB