Bupati Sumenep Fokus Pada Pemberdayaan Pembatik Muda

Sabtu, 19 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Pada kepemimpinan Bupati Sumenep Achmad Fauzi, program pemberdayaan terhadap pemuda memang terbilang masif, salah satunya di sektor pemberdayaan pemuda dalam membatik.

Hal ini memang mendapat support penuh dari pemkab Sumenep, selain untuk menunjang keberhasilan dalam mengurangi angka pengangguran juga untuk mengangkat ekonomi khususnya masyarakat Sumenep di kalangan pemuda.

Pada kesempatan kali ini, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyempatkan diri mengunjungi Stand Pameran Sumenep Job Fair 2022 pada Rabu (16/11/2022) kemarin, di Gedung Graha Wicaksana Abdi Negara (KORPRI) Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedatangan Bupati Achmad Fauzi di Stand Batik Tulis Canteng Koneng tidak sendirian, turut mendampingi Wakil Bupati Hj. Dewi Khalifah, dan segenap Forkopimda Sumenep.

Dalam kunjungannya, Bupati Fauzi sangat mengapresiasi para karyawan Batik Tulis Canteng Koneng sebagai Pengrajin Batik Tulis Khas Sumenep untuk terus berkarya dan terus semangat untuk meningkatkan karya seninya.

Ia menyampaikan bahwa, pengrajin batik tulis di Sumenep saat ini rata-rata anak muda, dan hal itu menurutnya perlu mendapatkan apresiasi penuh, lantaran karya batiknya saat ini telah dipakai oleh kalangan pejabat tingkat Daerah, Provinsi Hingga Dipakai Presiden Republik Indonesia (RI).

“Batik pola yang seperti ini sudah di pakai Gubernur, Wakil Gubernur, bahkan Presiden. Ini batik generasi muda dan rata-rata yang membatik kalangan pemuda,” ucap Bupati sembari menyempatkan diri untuk sambil belajar membatik.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menjelaskan bahwa ada dua generasi pengrajin batik tulis khas Sumenep.

“Kita ada dua generasi pembatik, pertama pembatik pola di Pakandangan generasi tua generasi legendaris, dan kita ada batik pola yang membatik adalah generasi-generasi muda semua,” katanya.

Bupati Fauzi menegaskan bahwa, Harga batik tulis ini Mahal, karena untuk pengerjaanya butuh skil yang tinggi, jadi kami Berharap Dikabupaten Sumenep ini jangan sampai ada batik yang Di Print.

“Mari kita jaga bersama sama, Hargai para pengrajin Batik Tulis Sumenep, jangan sampai di print.” Tegasnya.

Sehingga Menurutnya, Batik printing ini dapat menurunkan pamor dari batik tulis sebagai kerajinan Sumenep. Pasalnya sejak dulu batik tulis dikenal sebagai batik tulis murni yang memiliki ciri khas, keunikan, cerita dan filosofi dari setiap motifnya.

Fauzi menuturkan, sebenarnya batik print tersebut bukanlah termasuk batik, melainkan kain yang bermotif seperti batik. Hal ini karena definisi batik adalah kain dengan pola warna yang dibuat menggunakan Malam atau liln Dengan Canting, sedangkan batik print tidak melalui proses ini.

“Harapannya jangan sampai batik tulis Sumenep yang sudah dikenal murni tulis dengan sejumlah motif yang telah dipatenkan bisa tergusur dengan munculnya batik printing.” Harapnya.

“jangan sampai yang sudah menjadi paten batik tulis ini nanti tergusur dengan batik printing, dan saya yakin kedepannya batik tulis Sumenep ini akan bertahan lama karena mempunyai nilai filosofi, kronologi dan sejarah yang terkandung didalamnya,” ungkapnya.

Untuk itu, Suami Nia Kurnia Fauzi ini kemudian mengajak seluruh awak media untuk memberitahukan kepada khalayak ramai bahwa di Sumenep ada mahakarya batik yang pembatiknya rata-rata adalah pemuda.

“Ini yang teman-teman media perlu sampaikan ke publik, biar semua tahu bahwa di Sumenep ini ada karya batik yang pembatiknya rata-rata usianya 25 tahun ke bawah,” Tandasnya. (Md/red)

Berita Terkait

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, GMNI Jatim Desak Pengusutan Tuntas
Bupati Probolinggo Perkuat Sinergi Pemerintah Desa Menuju Desa Inovatif dan Berdaya Saing
Pemerintah Siapkan Berbagai Moda Transportasi dan Operasi Ketupat untuk Mudik Lebaran 2026
Sumenep Terima Hibah PLTS 2 MW untuk Perkuat Listrik di Wilayah Kepulauan
Polres Pamekasan Siapkan 5 Pos Pengamanan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026
Pemkab Sumenep Gelar Gerakan ASRI, ASN Bersih-Bersih Kota Sambut Pemudik Lebaran
Pemkab Sumenep Salurkan Santunan Anak Yatim dan Duafa Jelang Idulfitri 1447 H
Polres Pasuruan Gelar Apel Operasi Ketupat Semeru 2026, Libatkan 1.000 Personel

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:05 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, GMNI Jatim Desak Pengusutan Tuntas

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:29 WIB

Bupati Probolinggo Perkuat Sinergi Pemerintah Desa Menuju Desa Inovatif dan Berdaya Saing

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:18 WIB

Pemerintah Siapkan Berbagai Moda Transportasi dan Operasi Ketupat untuk Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:47 WIB

Sumenep Terima Hibah PLTS 2 MW untuk Perkuat Listrik di Wilayah Kepulauan

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:56 WIB

Polres Pamekasan Siapkan 5 Pos Pengamanan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026

Berita Terbaru

Penasehat Hukum dan jajaran redaksi Media Liputan7.id saat menyerahkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa dalam kegiatan sosial di Aula Balai Desa Pandian, Kabupaten Sumenep.

Daerah

Liputan7.id Santuni Anak Yatim dan Dhuafa di Sumenep

Sabtu, 14 Mar 2026 - 23:54 WIB