Bupati Sumenep Ajak Pimpinan OPD Ciptakan Pemerintahan Bersih dan Bebas KKN

Sabtu, 15 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dalam acara Sosialisasi Pencegahan Korupsi di Islamic Centre Bondara Saod, Kecamatan Batuan.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dalam acara Sosialisasi Pencegahan Korupsi di Islamic Centre Bondara Saod, Kecamatan Batuan.

SUMENEP, detikkota.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengajak pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala desa dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengimplementasikan peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi.

Ajakan itu disampaikan Bupati Sumenep dalam acara Sosialisasi Pencegahan Korupsi dengan tema ‘Berantas Korupsi Sampai ke Ujung Negeri’ yang menghadirkan nara sumber Ferdian Adi Nugroho, Septa Adhi Wibawa dari Deputi Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK RI wilayah III, serta budayawan nasional  KH. D. Zawawi Imron, bertempat di Islamic Center Bindara Saod, Kecamatan Batuan, Jumat (14/7/2023).

“Itu dilakukan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) sekaligus meningkatkan pelayanan publik dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan,” harapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, untuk memotivasi ASN dalam memerangi korupsi Pemkab Sumenep telah membuat regulasi tentang pencegahan tindak pidana korupsi. Di antaranya, Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 18 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaporan dan Pengendalian Gratifikasi. Perbup Nomor 28 Tahun 2019 tentang Penanganan Benturan Kepentingan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Perbup Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Pengaduan (whistleblowing system), serta Perbup Nomor 31 Tahun 2020 tentang Kewajiban Penyampaian LHKASN.

“Selain aturan-aturan tersebut, kami juga mengadakan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada seluruh ASN agar menghindari korupsi, termasuk gratifikasi. Kami juga menunjuk 5 penyuluh Antikorupsi dan 2 Duta Pelajar a
Antikorupsi di lingkungan sekolah,” beber Bupati Fauzi.

Langkah lain, lanjut Bupati, pihaknya juga membentuk pengelola pengendalian gratifikasi di setiap perangkat daerah. Serta desa antikorupsi yang saat ini tengah proses pengusulan ke KPK RI, yakni Desa Lobuk, Kecamatan Bluto.

Bupati menegaskan, Pemkab Sumenep terus mengoptimalkan capaian Monitoring Centre for Prevention (MCP) dalam upaya pencegahan korupsi pada 8 area intervensi.

Delapan area tersebut yakni perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, pengelolaan barang milik daerah dan tata kelola keuangan desa.

“Indeks MCP Pemerintah Kabupaten Sumenep pada 2022 sebesar 93 persen, di antara kelemahan nilai indeks tersebut ada pada optimalisasi pajak daerah yang masih pada angka 78 persen. Sedangkan untuk perencanaan dan penganggaran APBD dan tata kelola keuangan desa sudah 100 persen,” pungkas Fauzi.

Berita Terkait

KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ
Pejabat Pemkab Banyuwangi Jalani Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Tolerance Narkoba
Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
Rutan Kraksaan dan Dinkes Probolinggo Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan
58 ASN Pemkot Surabaya Dijatuhi Sanksi Disiplin hingga September 2026
Diskominfo Sumenep Perkuat Keamanan Digital dalam Program Sekolah Aman dan Nyaman
Berencana Itu Keren! DPPKB Purwakarta Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Lewat Program SILIKON Bangga Kencana

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:32 WIB

KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Pejabat Pemkab Banyuwangi Jalani Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Tolerance Narkoba

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Rabu, 30 September 2026 - 12:58 WIB

Rutan Kraksaan dan Dinkes Probolinggo Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan

Berita Terbaru