BMKG: Prediksi Musim Basah Berlanjut hingga Oktober

Senin, 21 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto.

Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto.

SUMENEP, detikkota.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur mencatat curah hujan di Kabupaten Sumenep pada Juni 2025 berada di atas normal, dengan persentase lebih dari 200% dibandingkan rata-rata klimatologis. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga Oktober 2025 di sejumlah wilayah.

Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, menjelaskan bahwa data dari 202 ombrometer menunjukkan intensitas hujan di wilayah Sumenep pada bulan Juni tergolong tinggi. “Normalnya curah hujan berkisar 85–115%, sementara yang terjadi di Sumenep lebih dari 200%,” jelasnya kepada Media Center Diskominfo Sumenep, Senin (21/07/2025).

BMKG juga melaporkan suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 Samudra Pasifik Ekuator masih berada dalam kondisi netral (-0,01°C) dan diperkirakan bertahan hingga semester kedua 2025. Sementara indeks Osilasi Selatan (SOI) dalam tiga bulan terakhir menunjukkan angka positif: April (+3,6), Mei (+2,1), dan Juni (+1,8), dan Indeks Dipole Mode berada di kisaran netral (-0,22).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk Sumenep, Ari menyebutkan bahwa ketersediaan air masuk dalam kategori sedang dengan persentase air tanah tersedia (ATS) berkisar antara 40–60%. “Kategori ini penting untuk mengukur kebutuhan air tanaman,” tambahnya.

Curah hujan antara 51–100 mm juga tercatat di sejumlah kabupaten lainnya, seperti Bangkalan, Bondowoso, Jember, Malang, dan Surabaya. Sementara suhu maksimum harian tertinggi di Sumenep pada Juni mencapai 32,5°C, dan suhu minimum 24,9°C, dengan kecepatan angin tertinggi 39,6 km/jam dari arah tenggara terjadi pada 25 Juni 2025.

BMKG juga mengamati bahwa anomali suhu muka laut di wilayah Indonesia bervariasi antara -0,25 hingga +3,0°C, dengan kondisi hangat di perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara (+1,0°C), yang turut mendorong pertumbuhan awan.

Untuk prediksi bulan Agustus hingga Oktober 2025, sebagian besar wilayah di Kabupaten Sumenep diperkirakan masih akan mengalami curah hujan di atas normal, bahkan lebih dari 200%. Wilayah tersebut mencakup hampir seluruh kecamatan, di antaranya Ambunten, Batuputih, Dungkek, Guluk-Guluk, Kota Sumenep, dan Sapeken. Sementara sebagian kecil wilayah Kecamatan Kangean dan Arjasa diprediksi mengalami curah hujan antara 151–200%.

BMKG menambahkan bahwa monsun Asia diprediksi tidak aktif (indeks WNPMI 5,0–7,0), sedangkan monsun Australia aktif (indeks AUSMI -8,0 hingga -0,6) selama Juli 2025.

Berita Terkait

Warga Raas Lepas Camat Subiyakto dengan Haru, Apresiasi Pengabdian Selama Menjabat
Baznas Sumenep Jangkau Pulau Terluar, Salurkan Bantuan RTLH untuk Dua Warga Pagerungan Kecil
Petani Kepulauan Butuh Pupuk, DPRD Sumenep Dorong Percepatan Penyaluran
Aliansi Hukum Indonesia Gelar Aksi Simbolis, Desak Dugaan TPPU yang Menyeret Oknum Kejaksaan Diusut Transparan
Pembagian Lapak Pasar Ganding Disorot, Sulaisi: Jangan Jadikan Pasar Milik Rakyat sebagai Ruang Ketidakadilan
Diduga ODGJ Tidur di Trotoar Kota Sumenep, SERDADU Desak Pemkab Jangan Tutup Mata
Diduga Pengambilan Batu dari Kawasan Mata Air, Proyek P3-TGAI Desa Margaluyu Tuai Sorotan
Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:04 WIB

Warga Raas Lepas Camat Subiyakto dengan Haru, Apresiasi Pengabdian Selama Menjabat

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:06 WIB

Baznas Sumenep Jangkau Pulau Terluar, Salurkan Bantuan RTLH untuk Dua Warga Pagerungan Kecil

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:53 WIB

Petani Kepulauan Butuh Pupuk, DPRD Sumenep Dorong Percepatan Penyaluran

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:11 WIB

Aliansi Hukum Indonesia Gelar Aksi Simbolis, Desak Dugaan TPPU yang Menyeret Oknum Kejaksaan Diusut Transparan

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:07 WIB

Pembagian Lapak Pasar Ganding Disorot, Sulaisi: Jangan Jadikan Pasar Milik Rakyat sebagai Ruang Ketidakadilan

Berita Terbaru