Aktivis Geram, Izin Kontroversial Diduga Terbit Sebelum AMDAL

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Permata Jawa Timur yang kini terluka. Di balik keindahan alamnya, tersembunyi dugaan kuat perusakan lingkungan yang dilakukan oleh PT Bumi Suksesindo (PT BSI), perusahaan tambang emas yang beroperasi di wilayah Pesanggaran banyuwangi tersebut. Amir Ma’ruf Khan selaku pemerhati  lingkungan yang dikenal sebagai “Raja Angkasa,” menyuarakan keprihatinannya yang mendalam atas kerusakan ekosistem yang terjadi.

“Bagaimana bisa hutan lindung diobrak-abrik demi ambisi pertambangan?” tanya Amir dengan nada getir. “PT BSI mendapatkan izin dari Bupati Banyuwangi pada tahun 2012, padahal saat itu, area yang mereka tambang masih berstatus hutan lindung. Anehnya, AMDAL mereka baru terbit tahun 2014. Ini jelas sebuah kejanggalan yang harus diusut tuntas.

Tak hanya itu, Amir juga menyoroti praktik kompensasi lahan yang dianggapnya merugikan negara. “Mereka seenaknya menggunakan tanah negara di Bondowoso dan Sukabumi sebagai lahan kompensasi, dengan rasio yang tidak masuk akal. Lebih ironis lagi, Menteri terkait seolah tutup mata dan menerima begitu saja. Ini sama saja dengan merampok hak rakyat,” tegasnya, Kamis (27/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Amir, kehadiran PT BSI telah merusak moralitas para pejabat. “Sejak 2012, banyak pejabat yang tergiur dan kehilangan akal sehat. Mereka menjadi tidak taat hukum, tidak bisa membedakan benar dan salah, dan akhirnya merusak segalanya: hukum, ekosistem, ekonomi negara, bahkan mental para pejuang lingkungan,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, Amir Ma’ruf Khan menaruh harapan pada Presiden RI, Prabowo Subianto. “Saya percaya, pidato-pidato Pak Prabowo tentang pentingnya menjaga lingkungan bisa menjadi doktrin bagi para pejabat di daerah. Mereka seharusnya tidak perlu menunggu perintah tertulis untuk bertindak jika melihat ada pelanggaran hukum, terutama perusakan hutan di Banyuwangi ini,” ujarnya penuh harap.

Kasus ini adalah ujian bagi pemerintah dalam melindungi lingkungan dan menegakkan keadilan. Masyarakat Banyuwangi dan seluruh Indonesia menanti tindakan nyata dari pemerintah pusat untuk menindak tegas PT BSI dan oknum-oknum yang terlibat dalam tragedi lingkungan ini. Akankah keadilan dan kelestarian alam menang, ataukah kepentingan bisnis akan terus merajalela.

Penulis : can

Editor : can/red

Berita Terkait

Kebanggaan Ayah dan Bunda, Ratu Aprilia Santika Dewi Raih Juara Pinilih PARAS SMAN 1 Purwakarta
Pemkab Purwakarta Terus Benahi Taman Kota, Perkuat Fasilitas dan Keindahan Ruang Publik
Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini, Puluhan Rombongan Anak Ikuti Pawai Kemerdekaan di Pragaan
Ujang Kecam Keras Sorotan Anggaran Sekolah Rakyat: Samarang Bukan Penonton, Kami Juga Berhak
Purwakarta Bergemuruh, Karnaval Mobil Hias Semarakkan Hari Kemerdekaan
HUT ke-81 RI, DPD PAN Sumenep Gelar Upacara Kemerdekaan
Salawat Nabi dan Indonesia Raya Menggema di Taneyan Lanjang Pocang Temor
Mampir ke Aing Beje Kenek, Polisi Amankan 51 Botol Arak

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Kebanggaan Ayah dan Bunda, Ratu Aprilia Santika Dewi Raih Juara Pinilih PARAS SMAN 1 Purwakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Pemkab Purwakarta Terus Benahi Taman Kota, Perkuat Fasilitas dan Keindahan Ruang Publik

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini, Puluhan Rombongan Anak Ikuti Pawai Kemerdekaan di Pragaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Ujang Kecam Keras Sorotan Anggaran Sekolah Rakyat: Samarang Bukan Penonton, Kami Juga Berhak

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Purwakarta Bergemuruh, Karnaval Mobil Hias Semarakkan Hari Kemerdekaan

Berita Terbaru