SUMENEP, detikkota.com – Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Jawa Timur bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep turun ke kawasan pesisir Kecamatan Ambunten untuk menindaklanjuti dugaan pencemaran yang berkaitan dengan aktivitas pembuangan limbah tambak udang, Selasa (29/9/2026).
Investigasi dilakukan di sejumlah titik di Desa Beluk Ares dan Desa Campor Timur. Tim berada di lokasi sekitar pukul 09.40 WIB hingga 11.45 WIB untuk melihat kondisi saluran pembuangan limbah serta lingkungan pesisir di sekitar kawasan tambak.
Koordinator GPN Jawa Timur, Syafiqurrahman, mengatakan pemeriksaan lapangan dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi lingkungan dan aktivitas pembuangan limbah tambak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengapresiasi langkah DLH Kabupaten Sumenep yang turun langsung ke lapangan bersama GPN Jatim. Investigasi ini penting agar persoalan limbah tambak tidak hanya berhenti pada laporan atau perdebatan, tetapi dapat dilihat berdasarkan kondisi faktual di lapangan,” ujar Syafiqurrahman.
Menurut dia, kawasan pesisir memiliki fungsi ekologis sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, aktivitas usaha tambak dinilai perlu memperhatikan ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan.
GPN Jatim meminta hasil pemeriksaan disampaikan secara transparan. Jika ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan, organisasi tersebut mendorong pemerintah mengambil langkah sesuai peraturan yang berlaku.
“Yang kami dorong adalah kepastian. Jika memang ditemukan pelanggaran, harus ada tindak lanjut. Sebaliknya, jika tidak ditemukan pelanggaran, hasil pemeriksaan juga harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, perwakilan DLH Kabupaten Sumenep dari Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas, Edi Yulianto, S.T., menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan GPN Jatim dalam mendorong kepedulian terhadap persoalan lingkungan.
Edi berharap pengawasan terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan investigasi kali ini. Menurutnya, keterlibatan organisasi kepemudaan dan masyarakat diperlukan untuk membantu menjaga keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Sumenep.
“Iktikad baik GPN untuk menjaga lingkungan jangan hanya sampai di sini, tetapi harus tetap berlanjut,” ujar Edi.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga mengambil sampel air limbah dari aktivitas tambak udang untuk dilakukan pengujian laboratorium. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan data mengenai kondisi air limbah dan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah selanjutnya.
GPN Jatim menyatakan akan mengawal hasil investigasi tersebut, termasuk mendorong evaluasi terhadap sistem pengelolaan dan pembuangan limbah tambak udang di kawasan pesisir Ambunten.
Syafiqurrahman menegaskan, kegiatan ekonomi dan perlindungan lingkungan perlu berjalan beriringan agar aktivitas tambak tidak menimbulkan persoalan ekologis bagi masyarakat pesisir.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Bagi kami, pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Jangan sampai keuntungan dari aktivitas tambak justru meninggalkan persoalan ekologis bagi masyarakat pesisir,” katanya.
Penulis : M
Editor : Id








