Dua Pekerja Tewas Terjatuh dari Cerobong PLTU Sukabangun, Manajemen PLN NPS Disorot

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLTU Sukabangun, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

PLTU Sukabangun, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

KETAPANG, detikkota.com – Kecelakaan kerja kembali terjadi di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dikelola PLN Nusantara Power Services (NPS). Insiden kali ini terjadi di PLTU Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Rabu (21/1/2026) sore, dan mengakibatkan dua pekerja meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Empat pekerja dilaporkan terjatuh dari cerobong pembuangan setinggi sekitar 50 meter saat melakukan pembersihan debu sisa pembakaran batu bara. Akibat kejadian itu, dua orang meninggal dunia di lokasi, sementara dua lainnya mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan medis.

Keempat korban diketahui merupakan karyawan perusahaan pihak ketiga yang bertugas sebagai tenaga kebersihan di area cerobong PLTU Sukabangun. Insiden diduga bermula ketika pegangan yang dilas pada dinding plat cerobong runtuh secara tiba-tiba sekitar 30 menit setelah pekerjaan dimulai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat runtuhnya pegangan tersebut, para pekerja terjatuh dan menghantam bagian bawah cerobong. Suara benturan keras sempat mengundang perhatian pekerja lain di sekitar lokasi kejadian. Informasi yang beredar menyebutkan, para korban juga sempat tertimbun abu sisa pembakaran batu bara.

Dua korban meninggal dunia masing-masing berinisial J (35) dan R (32), yang merupakan warga Sukabangun Dalam. Sementara dua korban lainnya, A (38) dan H (30), hingga Rabu malam masih menjalani perawatan intensif di fasilitas medis setempat.

Tim SAR bersama petugas keamanan PLTU Sukabangun segera melakukan proses evakuasi korban. Aparat penegak hukum saat ini tengah melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya kelalaian maupun pelanggaran prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) sekaligus Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (RE-LUN), Teuku Yudhistira, menyoroti lemahnya penerapan K3 di lingkungan PLN NPS.

“Katanya PLN mengutamakan K3, bahkan setiap tahun merayakan bulan K3. Tapi faktanya kecelakaan kerja justru terus berulang. Ini menyangkut nyawa manusia dan hak dasar pekerja untuk bekerja dengan aman,” ujar Yudhistira, Jumat (23/1/2026).

Ia menegaskan, kecelakaan kerja yang sebelumnya terjadi di PLTU Ketapang pada April 2025 seharusnya menjadi pembelajaran serius bagi manajemen perusahaan.

“Kejadian di PLTU Ketapang seharusnya menjadi pelajaran berharga agar peristiwa serupa tidak terulang. Ini menunjukkan lemahnya kepemimpinan dan pengawasan di tubuh PLN NPS,” katanya.

Yudhistira juga mendesak agar pimpinan PLN NPS bertanggung jawab atas berulangnya kecelakaan kerja tersebut.

“Tidak berlebihan jika Direktur Utama PLN NPS dicopot dari jabatannya dan diperiksa atas kelalaian yang dilakukan di bawah kepemimpinannya,” tegasnya.

Selain itu, ia berharap aparat penegak hukum di Kalimantan Barat dapat mengusut tuntas kasus ini secara serius dan transparan agar menjadi evaluasi bagi PT PLN (Persero) dalam menempatkan pimpinan yang kredibel dan bertanggung jawab.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Direktur Utama PLN NPS Jakfar Sadiq belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.

Penulis : M/Red/Team

Editor : M/Red

Berita Terkait

Beasiswa Pemuda Tangguh Tak Tepat Sasaran, Wali Kota Surabaya Minta Evaluasi Menyeluruh
Pangkas Anggaran Publikasi, Ketua PJI Purwakarta Mahesa Jenar Ultimatum Kominfo dan Siap Gelar Aksi Massa
Wartawan di Purwakarta Kecewa, Kerja Sama Media TA 2025 Diskominfo Gagal Bayar
Durian Merah Banyuwangi Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Video Viral Orang Tua Murid di Sumenep Keluhkan Menu MBG Anak Tak Dimakan
Kapolres Sumenep Sosialisasikan DIPA 2026, Tekankan Pengelolaan Anggaran Akuntabel
Bupati Bangkalan Temui Massa Aksi HMI, Dengarkan Aspirasi Mahasiswa di Depan Kantor Pemkab
Ketua TP PKK Lumajang Dorong Dunia Modeling Jadi Sarana Promosi Budaya Lokal

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:54 WIB

Beasiswa Pemuda Tangguh Tak Tepat Sasaran, Wali Kota Surabaya Minta Evaluasi Menyeluruh

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:41 WIB

Dua Pekerja Tewas Terjatuh dari Cerobong PLTU Sukabangun, Manajemen PLN NPS Disorot

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:57 WIB

Pangkas Anggaran Publikasi, Ketua PJI Purwakarta Mahesa Jenar Ultimatum Kominfo dan Siap Gelar Aksi Massa

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:56 WIB

Wartawan di Purwakarta Kecewa, Kerja Sama Media TA 2025 Diskominfo Gagal Bayar

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:28 WIB

Durian Merah Banyuwangi Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melantik Komisioner Komisi Informasi Kabupaten Sumenep di Pendopo Keraton Sumenep.

Pemerintahan

Bupati Sumenep Lantik Komisioner Komisi Informasi Kabupaten Sumenep

Jumat, 23 Jan 2026 - 21:09 WIB