Pemkab Sumenep Perkuat Distribusi Minyakita Jelang Ramadan untuk Kendalikan Harga

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

distribusi Minyakita sebagai langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan.

distribusi Minyakita sebagai langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan.

SUMENEP, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat distribusi Minyakita sebagai langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan. Penguatan distribusi tersebut dilakukan melalui penyaluran Minyakita ke sejumlah toko binaan Bulog di wilayah Sumenep, Rabu (28/1/2026).

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah, khususnya pada komoditas minyak goreng yang mengalami kenaikan harga.

“Penguatan distribusi Minyakita ini kami lakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasaran, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat,” ujar Dadang, Jumat (30/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, Minyakita disalurkan ke empat toko binaan Bulog, yakni Toko Amar, Harapan Jaya, Pak Azam, dan Bu Yayak, dengan total sebanyak 130 karton atau setara 1.300 liter.

“Penyaluran ini difokuskan pada toko binaan Bulog agar distribusinya tepat sasaran dan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Dalam proses pendistribusian, Pemkab Sumenep juga melakukan pemasangan banner Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagai bentuk edukasi dan pengawasan terhadap pedagang.

“Kami pasang banner HET sebagai pengingat bahwa Minyakita harus dijual sesuai ketentuan, yaitu Rp15.700 per liter. Ini sekaligus untuk mencegah adanya penjualan di atas harga yang ditetapkan,” tegasnya.

Dadang menambahkan, pedagang telah diimbau agar menjual Minyakita langsung kepada konsumen akhir dan tidak memperjualbelikannya kembali ke pedagang lain.

“Pedagang tidak diperbolehkan menjual Minyakita ke pedagang lain. Minyakita harus langsung ke konsumen supaya tidak terjadi permainan distribusi yang berdampak pada kenaikan harga,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penguatan distribusi Minyakita merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi yang digelar pada 19 Januari 2026.

“Rakornas tersebut menjadi peringatan bagi daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil Rakornas, Kabupaten Sumenep tercatat mengalami kenaikan harga Minyakita sebesar 8,67 persen, sehingga diperlukan langkah cepat melalui distribusi langsung dan pengawasan harga.

“Kami juga mendorong Dinas Koperasi, UKM, dan Perindag untuk melakukan pemantauan rutin di lapangan agar pedagang mematuhi HET serta memastikan stok Minyakita tetap tersedia,” jelas Dadang.

Selain itu, Bulog dan ID Food diinstruksikan untuk menyalurkan Minyakita secara langsung kepada pedagang guna meminimalkan rantai distribusi.

“Semakin pendek rantai distribusi, maka harga di tingkat konsumen bisa lebih terkendali dan stabil,” pungkasnya.

Penulis : M/Red

Editor : M/Red

Sumber Berita: Media Center

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru