Petani di Rejoso Pasuruan Mulai Panen Raya Duku, Harga Tembus Rp30 Ribu per Kg

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buah khas daerah tersebut dikenal memiliki rasa manis, daging tebal, dan biji kecil.

Buah khas daerah tersebut dikenal memiliki rasa manis, daging tebal, dan biji kecil.

PASURUAN, detikkota.com – Petani di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan mulai memasuki masa panen raya duku rejoso, salah satu buah khas daerah yang terkenal memiliki rasa manis dan kualitas unggulan.

Panen duku tersebut salah satunya berlangsung di Dusun Petahunan, Desa Ketegan. Menariknya, sebagian besar hasil panen petani tidak perlu dibawa ke pasar karena sudah dibeli langsung oleh pengepul dari kebun.

Salah satu petani duku, Abdul Karim, mengaku telah menanam pohon duku sejak sekitar tahun 1970. Dahulu ia memiliki lebih dari 50 pohon, namun kini jumlahnya tinggal sekitar separuh karena sebagian sudah mati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dulu pohonnya masih banyak dan kami masih belajar membungkus buahnya. Sekarang sudah banyak yang mati,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Karim menjelaskan, satu pohon duku yang sudah berusia belasan tahun dapat menghasilkan hingga satu kuintal buah. Namun secara rata-rata setiap pohon mampu menghasilkan sekitar 60 hingga 70 kilogram.

Hasil panen tersebut dijual dengan harga berkisar Rp27 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Menurutnya, sebagian besar buah duku langsung diborong pembeli dari kebun sehingga tidak perlu dijual ke pasar.

Ia menambahkan, duku rejoso memiliki perbedaan dengan jenis duku dari daerah lain, seperti duku Palembang. Keunggulannya terletak pada rasa yang lebih manis, daging buah tebal, biji kecil, serta daya tahan yang lebih lama.

Sementara itu, Camat Rejoso Arfian Fakhrudin Kurdiamsyah menyebutkan saat ini masih terdapat sekitar 1.000 pohon duku yang tersebar di wilayahnya dan terus menghasilkan buah berkualitas.

Empat desa di Kecamatan Rejoso diketahui menjadi sentra penghasil duku, yaitu Desa Ketegan, Kawisrejo, Pandanrejo, dan Rejoso Kidul. Produksi terbanyak berada di Desa Kawisrejo dan Pandanrejo.

“Meski jumlah pohon berkurang, masyarakat di empat desa tersebut masih mempertahankan pohon duku sebagai sumber penghasilan saat musim panen,” jelasnya.

Arfian menambahkan berbagai upaya juga telah dilakukan untuk menambah jumlah pohon duku, termasuk melalui bantuan dari Dinas Pertanian maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Ke depan, ia berharap masyarakat terus menjaga dan melestarikan pohon duku sebagai ikon buah khas Kecamatan Rejoso sekaligus potensi ekonomi bagi warga setempat.

Penulis : EA

Editor : Id

Berita Terkait

Kapolresta Ariek Turun Langsung Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Batuputih
Sorotan Proyek Ratusan Juta DINSOSP3A Purwakarta, FKD Tuntut Transparansi
Digitalisasi Parkir Surabaya Capai 1.541 Titik, 163 Jukir Tak Perpanjang KTA Ditertibkan
Jalan Lingkungan Desa Cigelam Mulai Diperbaiki, Warga Rasakan Manfaatnya
Kampung Pancasila Surabaya Didorong Jadi Gerakan Perubahan Perilaku Warga
1.360 RW Digerakkan, Surabaya Hidupkan Lagi Gotong Royong Lewat Kampung Pancasila
Pemkot Surabaya Perkuat Mitigasi Hadapi Dua Sesar Aktif
Wabup Sumenep Apresiasi Forsekdesi Konsisten Santuni Anak Yatim

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:20 WIB

Kapolresta Ariek Turun Langsung Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Batuputih

Senin, 21 September 2026 - 15:10 WIB

Sorotan Proyek Ratusan Juta DINSOSP3A Purwakarta, FKD Tuntut Transparansi

Senin, 21 September 2026 - 13:16 WIB

Digitalisasi Parkir Surabaya Capai 1.541 Titik, 163 Jukir Tak Perpanjang KTA Ditertibkan

Sabtu, 19 September 2026 - 17:50 WIB

Jalan Lingkungan Desa Cigelam Mulai Diperbaiki, Warga Rasakan Manfaatnya

Sabtu, 19 September 2026 - 08:34 WIB

Kampung Pancasila Surabaya Didorong Jadi Gerakan Perubahan Perilaku Warga

Berita Terbaru