Posko Lebaran Ditutup, Antrean Ketapang Masih Capai 12 Kilometer

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean kendaraan mengular di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, saat arus balik Lebaran 2026 meski masa posko resmi berakhir.

Antrean kendaraan mengular di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, saat arus balik Lebaran 2026 meski masa posko resmi berakhir.

BANYUWANGI, detikkota.com – Masa Posko Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi resmi berakhir. Selama periode tersebut, ratusan ribu pemudik tercatat telah kembali ke Bali melalui jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, menyampaikan bahwa sebanyak 404 ribu penumpang dalam kendaraan atau sekitar 78 persen telah kembali ke Bali dari Jawa. Sementara itu, jumlah kendaraan yang sudah menyeberang mencapai sekitar 127 ribu unit atau 77 persen dari total pergerakan saat arus mudik.

“Masih ada sekitar 22 persen atau 113 ribu penumpang dalam kendaraan yang belum kembali ke Bali. Untuk kendaraan, tersisa 23 persen atau sekitar 37.365 unit yang belum menyeberang,” ujar Arief, Selasa (31/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, puncak arus balik terjadi pada Minggu (29/3/2026) atau H+7 Lebaran. Pada hari tersebut, sebanyak 56.300 penumpang dan sekitar 19 ribu kendaraan menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk. Sepeda motor menjadi jenis kendaraan terbanyak dengan jumlah lebih dari 12.458 unit.

Secara total, sejak H-10 hingga H+8 Lebaran, kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Ketapang tercatat sekitar 171 ribu unit dari total reservasi 183.810 kendaraan. Masih terdapat sekitar 11.889 kendaraan yang belum masuk ke pelabuhan.

Meskipun posko angkutan Lebaran telah ditutup pada Senin (30/3/2026), kepadatan arus kendaraan masih terjadi. Antrean kendaraan sempat mencapai 14 kilometer dan berangsur turun menjadi sekitar 12 kilometer pada Selasa sore.

Menurut Arief, kepadatan tersebut dipicu oleh kembali normalnya aktivitas, termasuk kendaraan logistik yang kini telah diperbolehkan beroperasi penuh.

“Setelah masa angkutan Lebaran selesai, seluruh kendaraan sudah kembali berjalan normal, termasuk logistik. Hal ini menyebabkan arus masih padat,” jelasnya.

Untuk mengurai antrean, ASDP menambah jumlah kapal yang beroperasi dari 33 unit menjadi 36 unit. Selain itu, optimalisasi buffer zone juga dilakukan untuk menampung kendaraan logistik serta pengaturan pola pemuatan melalui dermaga Bulusan dan dermaga LCM.

Saat ini, pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) hanya diterapkan di Dermaga IV, sementara dermaga lainnya telah kembali menggunakan pola reguler.

ASDP mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik dan melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Ferizy guna menghindari antrean panjang.

“Kami terus berupaya bersama seluruh stakeholder untuk mengurai antrean dan memastikan pengguna jasa dapat menyeberang dengan aman,” pungkasnya.

Penulis : Bi

Editor : M/Red

Berita Terkait

Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi
Kapolres Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut pada Hari Laut Sedunia 2026
Diduga Lalai Pasang Rambu, Jalan Bekas Proyek Drainase di Sumenep Sebabkan Korban Luka Berat
MIO Indonesia Ucapkan Selamat, FORKABI Kembali Dipimpin H. Abdul Ghoni
Rembug Lansia Banyuwangi Jadi Wadah Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan
PSHT Cabang Sumenep Perkuat Silaturahmi dengan Yon TP 931/Ksatria Jokotole
Doa untuk Sang Proklamator Digelar Serentak di Sumenep, Bupati Ajak Generasi Muda Teladani Pemikiran Bung Karno
Pemeliharaan Jalan Pameungpeuk–Gandasoli Dapat Apresiasi Warga, Akses Transportasi Kian Lancar

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 23:53 WIB

Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi

Senin, 8 Juni 2026 - 11:41 WIB

Kapolres Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut pada Hari Laut Sedunia 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:47 WIB

Diduga Lalai Pasang Rambu, Jalan Bekas Proyek Drainase di Sumenep Sebabkan Korban Luka Berat

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:01 WIB

MIO Indonesia Ucapkan Selamat, FORKABI Kembali Dipimpin H. Abdul Ghoni

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:37 WIB

Rembug Lansia Banyuwangi Jadi Wadah Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Berita Terbaru