Kasus KDRT di Sumenep Meningkat, Penyebabnya Masalah Ekonomi dan Pandemi

Kamis, 31 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, mengalami peningkatan ketimbang tahun sebelumnya.

Berdasarkan data dari Polres Sumenep selama tahun 2020 total kekerasan KDRT 12 kasus berbanding terbalik tahun 2019 KDRT berjumlah 8 kasus. Itu Artinya, ada peningkatan 4 Kasus.

Sedangkan kekerasan terhadap anak dibawah umur sedikit trendnya turun. Jumlah kekerasan terhadap anak 2020 ada 6 kasus, tahun 2019 ada 10 kasus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespon hal tersebut, Nyai Hj Dewi Khalifah Ketua Muslimat NU Sumenep menilai untuk menekan angka KDRT perlu membangun komunikasi yang baik di lingkungan keluarga.

Pertama yang harus dilakukan dengan melakukan sosialisasi terhadap keluarga soal pentingnya menciptakan komunikasi baik.

“Pertama harus melakukan sosialisasi yang harus dilakukan secara berkesinambungan,” kata Nyai Eva, Rabu (30/12/2020).

Kedua, menanamkan pendidikan akhlakul karimah di dalam lingkungan keluarga. Sebab KDRT terjadi jika tidak punya komunikasi yang baik maka, penanaman pendidikan akhlakul karimah menjadi kunci mengurangi KDRT.

Ketiga, yang paling penting peran stekholder seluruh komponen seperti pemerintah dan tokoh masyarakat, ormas seperti, NU, Muhammadiyah serta Muslimat bersinergi untuk memberikan edukasi.

“Insyallah jika semua saling bersinergi akan menekan KDRT di Sumenep,” tandasnya.

Salah satu kompenen penting membangun keluarga yang harmonisasi kata Nyai Eva, adalah keterbukaan dan tidak saling egois serta tidak saling menyalahkan.

Sebab, dalam keluarga yang harus yang ditanamkan ‘yua’tiru hunna bil ma’ruf’ pergaulilah istri mu dengan baik, harus ada keterbukaan.

Selain itu, mencegah KDRT dengan menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah ada rasa saling mengasihi mencintai dan menyayangi.

“Pola komunikasi dalam keluarga harus terbuka dengan musyawarah. Maka setiap masalah diharapkan bisa dipecahkan bersama mencari solusi terbaiknya,” ujarnya.

Menurutnya, faktor utama kasus KDRT pada saat ini dilatar belakangi karena masalah ekonomi ditambah dengan persoalan masa pandemi. “Selain itu penegakan hukum juga harus ditegakkan,” pungkasnya. (Md)

Berita Terkait

KNPI Sumenep dan Kapolresta Bahas Galian C hingga Rokok Ilegal
HUT PMI ke-81, PMR SMKN 1 Kalianget Gelar Donor Darah dan Kumpulkan 26 Kantong
IAWP 2026 Bahas Perdagangan Orang, Polwan Indonesia Perkuat Jejaring Internasional
Kapolresta Ariek Turun Langsung Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Batuputih
Sorotan Proyek Ratusan Juta DINSOSP3A Purwakarta, FKD Tuntut Transparansi
UCI Apresiasi BIG Downhill Banyuwangi, Kualitas Lintasan Gantasan Bike Park Jadi Sorotan
Digitalisasi Parkir Surabaya Capai 1.541 Titik, 163 Jukir Tak Perpanjang KTA Ditertibkan
Buruan Polisi, DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Akhirnya Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:21 WIB

KNPI Sumenep dan Kapolresta Bahas Galian C hingga Rokok Ilegal

Selasa, 22 September 2026 - 12:56 WIB

HUT PMI ke-81, PMR SMKN 1 Kalianget Gelar Donor Darah dan Kumpulkan 26 Kantong

Selasa, 22 September 2026 - 12:02 WIB

IAWP 2026 Bahas Perdagangan Orang, Polwan Indonesia Perkuat Jejaring Internasional

Senin, 21 September 2026 - 19:20 WIB

Kapolresta Ariek Turun Langsung Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Batuputih

Senin, 21 September 2026 - 15:10 WIB

Sorotan Proyek Ratusan Juta DINSOSP3A Purwakarta, FKD Tuntut Transparansi

Berita Terbaru