SUMENEP, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memperkuat dukungan lintas sektor terhadap program imunisasi dengan membentuk Forum Peduli Imunisasi (Forpensi).
Pembentukan forum tersebut dilakukan melalui pertemuan yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep di salah satu hotel di Sumenep, Kamis (27/8/2026).
Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, mengatakan keberhasilan program imunisasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemerintah tidak mungkin bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” ujar Ellya.
Ia menjelaskan, imunisasi merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Karena itu, pelaksanaannya perlu diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, serta berbagai unsur lainnya.
Menurut Ellya, Forpensi diharapkan menjadi wadah untuk menyatukan peran dan kompetensi berbagai pihak dalam mendukung pelaksanaan imunisasi hingga ke masyarakat.
“Semua penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, dengan imunisasi itu saja sebenarnya bisa kita selesaikan. Tetapi kita tidak mungkin bisa bekerja sendiri,” katanya.
Pembentukan forum tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap pengalaman penanganan kasus campak yang sebelumnya terjadi. Menurut Ellya, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam menghadapi persoalan kesehatan.
“Jadi ada hikmah yang kita ambil pada saat kasus ini. Kemarin banyak yang membantu kita,” tuturnya.
Selain aspek pelaksanaan di lapangan, Dinkes P2KB juga menyoroti masih adanya kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap imunisasi. Salah satunya anggapan bahwa anak akan mengalami sakit setelah mendapatkan imunisasi.
“Yang pasti adalah ketakutan anak itu sakit. Imunisasi itu dianggap membuat kita sakit terus-terusan. Itu mungkin yang menjadi kekhawatiran masyarakat,” ujarnya.
Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, diperlukan komunikasi dan edukasi yang tepat kepada masyarakat mengenai manfaat imunisasi serta berbagai kondisi yang mungkin muncul setelah pemberian vaksin.
Pertemuan pembentukan Forpensi turut menghadirkan fasilitator dari UNICEF Indonesia, Dita Ramadonna. Dalam kegiatan tersebut, peserta membahas pola kolaborasi serta pembagian peran masing-masing unsur dalam memperkuat gerakan imunisasi di Kabupaten Sumenep.
Pemkab Sumenep berharap keberadaan Forpensi dapat memperkuat sinergi lintas sektor sehingga cakupan dan pelaksanaan imunisasi di masyarakat semakin optimal.
Penulis : Red
Editor : Red








