Advokat Gadungan Gelapkan Mobil Driver Online

Sabtu, 29 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Gelapkan mobil wanita dan mengaku sebagai pengacara, OO (37), warga Jalan Kedungrejo Timur, Waru, Sidoarjo, dilaporkan ke Satreskrim Polrestabes Surabaya.

OO dilaporkan atas dugaan penggelapan mobil Xenia Nopol L 1858 CZ, milik Heny Lestari (41), warga Jalan Kutisari.

Bukan hanya itu, informasinya korban penggelapan mobil yang dilakukan terlapor mencapai puluhan. Kasusnya itu sudah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya dengan nomor LP 440/Res 1.11/2021/Reskrim SPKT Polrestabes Surabaya pada Jumat 21 Mei 2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan penggelapan mobil yang dilakukan terlapor OO dibenarkan Teted Edward Dewaruci, pengacara di antara puluhan korban. “Informasinya ada 28 korban yang mayoritas driver online. Saat ini kasusnya ditangani Polrestabes Surabaya,” kata Teted , Jumat (28/5/2021).

Teted mengungkapkan, jika terlapor beberapa hari lalu ditangkap di Madura dan kemudian diserahkan ke Polrestabes Surabaya. Namun hingga kini kasusnya belum ada kejelasan kasusnya sejauh mana dari pihak Polrestabes Surabaya.

Teted mengaku, jika kliennya Yoserizal dan Helmy yang menjadi korban penggelapan mobil yang dilakukan terlapor. “Untuk mobil milik klien saya Avanza yang dibawa kabur, sebelum lebaran lalu,” ungkap Teted.

Teted mengungkapkan, ketika itu dipinjam terlapor. Namun hingga kini belum dikembalikan. Ternyata diketahui, mobilnya dibawa orang ke Madura. “Namun sekarang sudah dikembalikan,” jelas Teted.

Namun berbeda dengan kliennya Helmy, mobilnya disewa terpapar selama 5 bulan. Tapi sampai sekarang biaya sewanya belum dibayar bersama dengan mobilnya. “Terlapor tidak bayar dan sampai sekarang mobilnya di mana saya tidak tahu,” beber Teted.

Dia mengungkapkan, dia saat melancarkan aksinya, mengaku sebagai pengacara dan berkantor di daerah Rungkut. Setelah ditelusuri Teted, OO tidak terdaftar di Ikadin.

“Bila dia benar pengacara berarti melanggar kode etik advokat karena tidak punya izin advokat,” tandas Teted.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian saat dikonfirmasi terkait laporan kejadian membenarkan adanya laporan penggelapan mobil tersebut. “Iya ada laporan dan sekarang sedang ditangani,” singkat Oki

Apakah korbannya mencapai puluhan dan seorang pengacara? Oki tidak bisa menjelaskan secara detail karena belum dapat laporannya.
(Redho)

Berita Terkait

Presiden Prabowo ke Halmahera Tengah, Luncurkan Program Hilirisasi Rp180 Triliun
Prabowo Apresiasi Satgas PKH Selamatkan 6,2 Juta Hektare Hutan Senilai Hampir Rp400 Triliun
Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa
Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis
BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran
Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Pesan Listyo Sigit untuk Kapolri Suyudi: Jaga Amanah dan Utamakan Pelayanan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Presiden Prabowo ke Halmahera Tengah, Luncurkan Program Hilirisasi Rp180 Triliun

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:53 WIB

BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti

Berita Terbaru