Anggaran Kerja Sama Publikasi Diskominfo Purwakarta Dipangkas Drastis, Insan Pers Nilai Bentuk Penghinaan

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWAKARTA, detikkota.com – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang memangkas anggaran kerja sama publikasi media dari semula Rp2,5 miliar menjadi Rp250 juta menuai kecaman keras dari insan pers di Purwakarta. Kamis (22/1/2026).

Pemangkasan anggaran yang mencapai sekitar 90 persen tersebut dinilai sangat fantastis dan memberatkan media, terlebih jumlah media yang ada di Kabupaten Purwakarta mencapai ratusan. Kebijakan ini disebut-sebut sebagai imbas dari kebijakan efisiensi anggaran yang ditetapkan pemerintah pusat dan berdampak pada sejumlah instansi, termasuk Diskominfo.

Koordinator Solidaritas Jurnalis Purwakarta Ronald menyebutkan bahwa dengan anggaran hanya Rp250 juta, jika dibagi ke puluhan bahkan ratusan media, nilai kerja sama yang diterima masing-masing media menjadi tidak masuk akal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Coba dibayangkan, kalau ada 100 sampai 200 media, anggaran Rp250 juta itu dibagi berapa? Bisa jadi hanya Rp100 ribu, Rp300 ribu, bahkan paling besar Rp1 juta. Ini bukan lagi efisiensi, tapi sudah merupakan bentuk penghinaan terhadap profesi jurnalis,” tegasnya.

Ia menilai kebijakan tersebut seolah menghilangkan keberadaan media lokal di Purwakarta. Padahal, insan pers selama ini berperan aktif dalam menyampaikan informasi pembangunan, mengawal kebijakan pemerintah, serta menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Serendah itukah martabat jurnalis dan awak media di Purwakarta? Dengan nilai Rp250 juta untuk ratusan media, kami merasa tidak dihargai sebagai pilar keempat negara,” ujarnya.

Bahkan, ia menyampaikan pernyataan keras bahwa jika anggaran publikasi hanya sebesar itu, lebih baik anggaran tersebut dihapuskan atau dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

“Lebih baik anggaran itu disumbangkan saja kepada rakyat kecil. Jangan atas nama kerja sama media, tapi nilainya justru merendahkan profesi kami,” tambahnya.

Sebagai bentuk sikap, insan pers di Purwakarta menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi besar-besaran dengan melibatkan seluruh wartawan yang tergabung dalam berbagai organisasi dan komunitas media di Purwakarta.

“Kami akan mengawal persoalan pemangkasan anggaran ini. Jika tidak ada solusi yang adil dan berpihak, kami siap melakukan aksi keras,” pungkasnya.

Penulis : Nal

Editor : M/Red

Berita Terkait

Pemkab Purwakarta Terus Benahi Taman Kota, Perkuat Fasilitas dan Keindahan Ruang Publik
Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini, Puluhan Rombongan Anak Ikuti Pawai Kemerdekaan di Pragaan
Ujang Kecam Keras Sorotan Anggaran Sekolah Rakyat: Samarang Bukan Penonton, Kami Juga Berhak
Purwakarta Bergemuruh, Karnaval Mobil Hias Semarakkan Hari Kemerdekaan
HUT ke-81 RI, DPD PAN Sumenep Gelar Upacara Kemerdekaan
Salawat Nabi dan Indonesia Raya Menggema di Taneyan Lanjang Pocang Temor
Mampir ke Aing Beje Kenek, Polisi Amankan 51 Botol Arak
Bendera dan Sebungkus Nasi, Cara GPN Jatim Memaknai Kemerdekaan

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Pemkab Purwakarta Terus Benahi Taman Kota, Perkuat Fasilitas dan Keindahan Ruang Publik

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini, Puluhan Rombongan Anak Ikuti Pawai Kemerdekaan di Pragaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Ujang Kecam Keras Sorotan Anggaran Sekolah Rakyat: Samarang Bukan Penonton, Kami Juga Berhak

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Purwakarta Bergemuruh, Karnaval Mobil Hias Semarakkan Hari Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:12 WIB

HUT ke-81 RI, DPD PAN Sumenep Gelar Upacara Kemerdekaan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan

Jumat, 21 Agu 2026 - 11:01 WIB