Anggaran Pertanian BUMDes Saur Saebus Rp200 Juta Dipertanyakan, Ketua Poktan Mengaku Tak Dilibatkan

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas warga di Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken, Sumenep.

Aktivitas warga di Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken, Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Pengelolaan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan. Dana yang dialokasikan melalui APBDes Tahun Anggaran 2025 untuk sektor pertanian dengan nilai lebih dari Rp200 juta dipertanyakan sejumlah pihak.

Salah satu yang menyoroti hal tersebut adalah ketua kelompok tani setempat, Atrawi. Ia mengaku tidak mengetahui secara detail terkait pengelolaan anggaran tersebut dan tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaannya.

“Saya sebagai ketua kelompok tani tidak tahu karena kami tidak dilibatkan,” ujar Atrawi saat dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp, Rabu (11/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atrawi mengatakan akan mencoba menanyakan lebih lanjut kepada Sekretaris Desa terkait penggunaan anggaran pertanian yang dikelola oleh BUMDes Sejahtera Desa Saur Saebus tersebut.

Sementara itu, Ketua BUMDes Sejahtera Desa Saur Saebus, Moh Ramlah, sebelumnya menjelaskan bahwa seluruh anggaran tersebut dikelola langsung oleh BUMDes dan difokuskan untuk kegiatan pertanian di wilayah setempat.

“Semua dana dikelola oleh BUMDes sendiri untuk pekerjaan yang melibatkan petani. Fokus pekerjaan kami di Saur,” katanya.

Menurutnya, tidak semua petani dapat dilibatkan dalam kegiatan tersebut karena keterbatasan kebutuhan tenaga kerja dalam pelaksanaan program.

Ia juga mempersilakan pihak yang ingin memastikan penggunaan anggaran untuk datang langsung melihat kegiatan yang sedang berjalan di lapangan.

“Silakan datang langsung ke Saur untuk melihat lokasi pekerjaan dan menanyakan kepada petani yang ikut bekerja. Memang tidak semua petani dilibatkan,” ujarnya.

Sejumlah pihak di masyarakat berharap adanya keterbukaan terkait pengelolaan anggaran tersebut agar tidak menimbulkan polemik di kalangan petani setempat.

Penulis : M

Editor : Id

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru