Bagini Penjelasan Badan Geologi Kementerian ESDM soal Suara Aneh di Moncek Tengah Lenteng Sumenep

Rabu, 23 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo ke lokasi sumber suara aneh di Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng.

Kunjungan Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo ke lokasi sumber suara aneh di Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng.

SUMENEP, detikkota.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan penyebab timbulnya suara aneh mirik ketukan yang terjadi di Dusun Tengah, Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Pelaksana Harian Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Hermansyah menjelaskan suara aneh itu akibat fenomena palu air atau water hammer. Efek palu air itu terjadi ketika aliran air tiba-tiba mengalami peningkatan tekanan air secara mendadak dalam sebuah saluran dan menekan udara yang terjebak.

“Gelombang tekanan tinggi bergerak mundur melalui saluran menyebabkan suara ketukan atau getaran, akibat proses penambahan tekanan air yang kemungkinan berasal dari gempa bumi swarm yang relatif kecil kekuatannya,” jelas Hermansyah dalam keterangan, Rabu (23/8/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, mekanisme proses itu berawal dari adanya pemicu yang menyebabkan kenaikan tekanan air.

Badan Geologi memperkirakan pemicu itu terjadi karena gempa swarm. Gempa swarm adalah serangkaian gempa kecil yang terjadi dalam waktu relatif singkat di area geografis tertentu.

Gempa swarm biasanya memiliki magnitudo yang rendah dan tidak memiliki gempa utama yang jelas sebagai pemicu. Gempa itu sering terjadi dalam periode yang singkat dan bisa berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari.

“Meskipun gempa-gempa dalam swarm umumnya tidak terlalu merusak, mereka dapat memicu kekhawatiran, karena walaupun intensitas relatif rendah dan frekuensinya yang tinggi atau sering,” kata Hermansyah.

Sifat keteknikan batuan yang relatif cukup baik dan pada umumnya memiliki banyak diskontinuitas berupa bidang perlapisan dan retakan-retakan yang tersebar secara acak dan salah satunya diperkirakan berada di tempat kejadian.

Namun demikian, lanjutnya, tidak semua bidang diskontinuitas terisi oleh air. Ketika air mengalami peningkatan tekanan akibat getaran pemicu yang diperkirakan dari gempa bumi swarm dan menekan udara yang terperangkap dalam bidang diskontinuitas, sehingga terjadi proses water hammer atau palu air yang menimbulkan seperti suara ketukan.

“Suara misterius diperkirakan berasal dari proses water hammer dari sumber getaran gempa swarm, dan proses water hammer tidak membahayakan di permukaan tanah,” ucapnya.

Namun secara regional, suara misterius itu dapat mengindikasikan adanya potensi sesar aktif, walaupun posisi kemungkinan bukan di wilayah Moncek Tengah.

Sebelumnya, Sabtu (12/8/2023) terdengar suara aneh disertai getaran dari dalam perut bumi di Dusun Tengah, Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.

Suara itu terdengar seperti bunyi tumbukan dari bawah tanah dan disertai getaran pada pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB.

Suara tersebut sempat membuat panik warga karena telah terjadi sekitar sepuluh hari. Badan Geologi lantas melakukan tinjauan lapangan untuk mengkaji penyebab suara ketukan tersebut.

Berita Terkait

Pemkab Lumajang Terbitkan SE Larangan ASN Live Media Sosial Saat Jam Kerja
Diskominfo Bangkalan Terima Kunjungan DPRD Tulungagung Bahas Transparansi Digital
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pesisir Pantai Sepanjang Sapeken
Pria Tewas Dibacok di Lenteng, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, Siswa Selamat dan Belajar Dipindah
Diduga Mengantuk, Mobil Tabrak Dua Motor dan PKL di Jalan Raya Sumenep–Kalianget
Sinergi Antar Lembaga, Kapolres Sumenep Sambut Silaturahmi Ka Rutan Kelas IIB Sumenep
51 Personel Polres Sumenep Terima Satyalencana Pengabdian, Kapolres Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:49 WIB

Pemkab Lumajang Terbitkan SE Larangan ASN Live Media Sosial Saat Jam Kerja

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:11 WIB

Diskominfo Bangkalan Terima Kunjungan DPRD Tulungagung Bahas Transparansi Digital

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:27 WIB

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pesisir Pantai Sepanjang Sapeken

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:20 WIB

Pria Tewas Dibacok di Lenteng, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:09 WIB

Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, Siswa Selamat dan Belajar Dipindah

Berita Terbaru