Bupati Banyuwangi Rapat, Anjurkan Pemerintah Bantu Siswa Tidak Mampu

Kamis, 27 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali berkantor di desa, Kamis (27/5/2021), program yang rutin dia lakukan sejak dilantik pada 26 Februari 2021 lalu. Kali ini, Ipuk berkantor dan berkeliling seharian di Desa Kemendung, Kecamatan Muncar.

Selain membantu menuntaskan urusan warga desa, mulai administrasi kependudukan, usaha mikro, pendidikan, sampai jaminan sosial; Ipuk juga membahas program skala kabupaten. Dari Balai Desa Kumendung, Ipuk memimpin rapat penyiapan gerakan jemput bola menjelang masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dibuka awal Juni.

Rapat itu dikuti Dinas Pendidikan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan tingkat kecamatan, Kepala SD dan SMP Negeri di 150 titik melalui virtual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini harus menjadi perhatian kita semua. PPDB adalah fase krusial. Kita harus bantu pelajar dari keluarga tidak mampu agar tidak putus sekolah,” kata Ipuk.

Bupati perempuan itu mengatakan, pandemi Covid-19 berpotensi meningkatkan angka anak putus sekolah. Karena kondisi ekonomi kekuarga berubah saat pandemi. Banyak faktor yang bisa menjadi pemicunya.

“Ada anak yang diminta bantu orang tua bekerja. Belum lagi kalau kita bicara akses internet untuk mendaftar PPDB, maka kita jemput bola mereka,” ujar Ipuk.

“PPDB ini sistem, di situ ada mekanisme yang harus dicermati, seperti pagu sekolah, kemudian harus buka website PPDB. Untuk buka website saja, kan keluarga kurang mampu bisa jadi kesulitan. Makanya harus jemput bola, harus kita dampingi,” tegas Ipuk.

Ipuk mengatakan, kepala sekolah tidak bisa bergerak sendiri. Harus kerja sama dengan camat dan desa, juga tentu struktur dinas pendidikan sampai terbawah. “Warga juga bisa membantu menginfokan bila ada tetangga yang belum daftar PPDB,” tambahnya.

Ipuk sendiri mengawali gerakan jemput bola PPDB itu dengan mendatangi rumah Supiyati, seorang nenek yang mengasuh cucunya bernama Irmawati. Irmawati dijemput Ipuk dan dipastikan didampingi untuk masuk SMPN 3 Muncar.

“Seperti saat saya jemput adik Irmawati dari desa ini yang teridentifikasi akan putus sekolah, dan dibantu melalui jalur afirmasi. Nanti teman-teman dinas juga datangi yang lain, bawa laptop, pastikan daftar dan sukses,” urai Ipuk

Ipuk meminta kepala sekolah jangan hanya tahu siswanya lulus, tapi pastikan lulusannya bisa melanjutkan ke sekolah sesuai jenjangnya.

“Misalnya kepala SD, yang lulus sekian, sisir semua harus lanjut SMP sederajat. Bila ada kendala, koordinasikan dengan dinas dan camat,” papar Ipuk.

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Suratno, menambahkan, sekolah tidak boleh melakukan diskriminasi.

“Kita harus maksimal laksanakan proses afirmasi dalam PPDB, yaitu untuk keluarga kurang mampu dan adik-adik penyandang disabilitas. Minimal 15 persen,” kata Suratno.

Dalam PPDB tahun ini terdapat empat jalur. Pertama, jalur zonasi 50 persen untuk pelajar di wilayah sekitar sekolah. Kedua, jalur prestasi 30 persen.

Ketiga, jalur afirmasi untuk pelajar kurang mampu 15 persen. Keempat, jalur perpindahan tugas orang tua/wali 5 persen.

PPDB Banyuwangi akan dimulai pada 7 Juni 2021 untuk SMP dan 10 Juni untuk SD.(ar)

Berita Terkait

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan
Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI
Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri
Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD
Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan
Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi
Dari Kampus ke Garda Demokrasi, Mahasiswa Uniba Madura Tuntaskan Magang di Bawaslu Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB