Diduga Oknum Sekdis Dinkes Kabupaten Purwakarta Terima Uang Ratusan Juta dari Hasil Jual-Beli Proyek

Senin, 16 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWAKARTA, detikkota.com – Dugaan tindak pidana korupsi kembali mencuat di Kabupaten Purwakarta. Seorang oknum pejabat, yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdis) sekaligus istri Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, diduga menerima uang transferan hingga ratusan juta rupiah dari pihak ketiga. Uang tersebut diduga berasal dari praktik jual-beli proyek di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta.

Dikutip dari media online galuhapkuan.com informasi ini disampaikan oleh seorang narasumber yang meminta namanya dirahasiakan. Menurut narasumber tersebut, oknum Sekdis diduga menjual proyek pemerintah kepada sejumlah penyedia jasa atau pemborong.

“Uang tersebut berasal dari hasil menjual proyek pemerintah kepada pihak ketiga. Bahkan, uang bos saya hingga sekarang belum juga dibayar, padahal sudah dijanjikan sejak 2022,” ujar narasumber tersebut dengan nada kesal, Senin (16/12/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini sempat menarik perhatian media lokal. Namun, narasumber menyebut adanya upaya pihak Dinas Kesehatan untuk menghentikan pemberitaan terkait dugaan gratifikasi ini. Salah satu wartawan media online mengaku ditawari uang serta proyek dengan syarat menghapus berita dugaan gratifikasi tersebut. Namun, tawaran itu ditolak, dan wartawan tersebut justru berencana melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum tuntutan Proyek Belum Terbayar

Tak hanya itu, lima pengusaha lokal yang sebelumnya mengajukan proyek di Dinas Kesehatan mengeluhkan proses yang tidak transparan. Empat di antaranya telah diberi pekerjaan oleh pihak ketiga, sementara satu pengusaha lainnya masih menunggu janji yang belum terealisasi.

“Proses hukum harus ditegakkan, karena ini menyangkut pidana yang melibatkan oknum pejabat,” tambah narasumber tersebut.

Korupsi adalah tindakan yang merugikan negara secara finansial dan menghambat pembangunan. Praktik semacam ini sering melibatkan pejabat, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang seharusnya menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat. PNS yang terbukti melakukan korupsi harus diberhentikan secara tidak hormat sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum bersikap adil dan transparan dalam menangani kasus ini. “Hukum jangan tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika terbukti bersalah, siapa pun pelakunya, harus diproses secara hukum,” tegas narasumber.

Berita Terkait

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih
Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan
DPRD Sumenep Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Turun Rp175,16 Miliar
Bappeda Sumenep Siapkan Roadmap Pertumbuhan Ekonomi, Dorong Hilirisasi dan Investasi
FWJI Kabupaten Bekasi Tempuh Jalur Hukum, RSP alias Ros Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Jelang HUT RI ke-81, Kepala Dinas Bale Atikan Purwakarta Cek Langsung Progres Pengecatan Kantor
Guru ASN Sumenep Masuk DPO, Kepala Madrasah Akui Sudah Panggil dan Datangi Rumahnya
Bupati Sumenep Ajak ASN dan Masyarakat Semarakkan Bulan Kemerdekaan dengan Kibarkan Merah Putih

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:07 WIB

DPRD Sumenep Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Turun Rp175,16 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Bappeda Sumenep Siapkan Roadmap Pertumbuhan Ekonomi, Dorong Hilirisasi dan Investasi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:52 WIB

FWJI Kabupaten Bekasi Tempuh Jalur Hukum, RSP alias Ros Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB