Dinsos Sumenep Salurkan Bantuan dan Usulkan Dua Janda Masuk DTKS

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Rahman Riadi, saat memberikan keterangan terkait penyaluran bantuan dan pengusulan dua janda miskin di Desa Bunbarat agar masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Rahman Riadi, saat memberikan keterangan terkait penyaluran bantuan dan pengusulan dua janda miskin di Desa Bunbarat agar masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

SUMENEP, detikkota.com – Dinas Sosial Kabupaten Sumenep akhirnya menindaklanjuti informasi terkait dua janda yang sebelumnya diberitakan belum menerima bantuan sosial. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Rahman Riadi, memastikan pihaknya telah menyalurkan bantuan dan melakukan langkah lanjutan agar keduanya masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Rahman Riadi menyampaikan, bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok serta uang tunai, termasuk untuk anak yang diasuh oleh salah satu janda dan berstatus piatu. Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk respons cepat atas kondisi sosial yang dialami keluarga bersangkutan.

“Kami sudah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan uang tunai kepada yang bersangkutan, termasuk anak yang menjadi piatu. Selanjutnya kami usulkan agar masuk DTKS,” ujar Rahman Riadi, Senin (26/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, masuknya nama dalam DTKS menjadi syarat utama agar masyarakat dapat menerima berbagai program bantuan sosial pemerintah, seperti PKH dan bantuan lainnya. Karena itu, Dinsos akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat untuk memastikan proses pendataan berjalan sesuai prosedur.

Rahman juga menegaskan bahwa pihaknya terus membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan kondisi sosial di lingkungannya, terutama warga rentan yang belum tersentuh bantuan. “Jika ada laporan, tentu akan kami tindak lanjuti dengan pengecekan dan verifikasi lapangan,” tegasnya.

Sebelumnya, dua janda tersebut diberitakan hidup dalam kondisi memprihatinkan dan belum menerima bantuan sosial, meski mengasuh anak piatu. Kasus ini pun mendapat perhatian publik hingga akhirnya direspons oleh Dinas Sosial Kabupaten Sumenep.

Penulis : Red

Editor : Red

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru