Dua Janda Miskin di Bunbarat Belum Terdata Bansos, Hidupi Balita Yatim

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

SUMENEP, detikkota.com – Dua janda lanjut usia di Desa Bunbarat, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, belum terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) meski hidup dalam keterbatasan ekonomi dan harus mengasuh seorang balita yatim.

Kedua janda tersebut, Pusari (61) dan Mona (63), tinggal bersama dalam satu rumah tanpa kepala keluarga. Fakta di lapangan menunjukkan, mereka juga mengasuh cucu Pusari yang masih balita setelah ibu anak tersebut meninggal dunia saat proses persalinan.

Pusari menuturkan, sejak anak perempuannya meninggal dunia, ia mengambil alih pengasuhan cucunya. Sementara ayah dari balita tersebut diketahui telah menikah lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak ibu dari cucu saya meninggal saat melahirkan, saya yang mengasuh sampai sekarang,” ujar Pusari.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Pusari dan Mona mengandalkan penghasilan dari membuat tali tampar berbahan tali rafia yang dijual ke pasar. Namun, keterbatasan modal membuat produksi yang dihasilkan sangat terbatas.

“Penghasilan kami hanya dari membuat tali tampar. Itu pun sedikit karena tidak ada modal membeli bahan,” kata Pusari.

Dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan, keduanya mengaku belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah setempat. Padahal, bantuan tersebut sangat mereka harapkan untuk meringankan beban hidup, terutama dalam memenuhi kebutuhan balita yang diasuh.

Pusari berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi mereka dan segera mendata sebagai penerima bantuan sosial. “Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah untuk mengurangi beban hidup,” ujarnya.

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Dinas Sosial, agar lebih peka dan cermat dalam pendataan warga kurang mampu sehingga penyaluran bantuan sosial dapat tepat sasaran.

Penulis : M/Red

Editor : M/Red

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru